KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Guna mencegah masuknya air ke dalam batu candi di Candi Sari, Kalasan, Sleman, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta melakukan penyusunan nat batu candi atau konsolidasi. Selain penyusunan nat batu candi, juga dilakukan pembersihan batu candi untuk menghilangkan jamur yang menempel pada batuan candi untuk mencegah kerusakan. 


Proses konsolidasi dilakukan untuk mencegah masuknya air hujan melalui sela-sela nat batuan candi yang bisa menyebabkan penggaraman dan bisa mengakibatkan melapuknya batuan candi. Nat batu candi adalah celah kecil yang ada di antara susunan-susunan batuan candi yang membentuk bangunan candi.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemanfaatan BPCB DI Yogyakarta, Wahyu Astuti, menjelaskan, penyusunan nat batu candi di Candi Sari dilakukan dengan­menyusun kembali batu-batu pada bagian atap candi, dengan merekatkannya menggunakan campuran bubuk pasir dan bahan perekat khusus.


"Selain untuk mencegah adanya celah yang bisa menyebabkan masuknya air hujan, penyusunan nat batu candi juga dilakukan untuk memperbaiki batu-batuan candi yang rusak dimakan usia", ujarnya, Kamis (1/9/2016).

Sementara untuk membersihkan jamur yang menempel pada batu-batuan candi,  BPCB DIY juga melakukan pembersihan dengan menggunakan Formula AC-322. Batuan candi yang terkena jamur dioles dengan Formula AC-322, kemudian ditutup dengan plastik selama 1 hari dan setelah itu disikat dan terakhir disemprot dengan air.


"Pembersihan candi biasa dilakukan 3 kali dalam setahun. Sedangkan untuk konsolidasi pada nat batu candi hanya dilakukan jika ditemukan kerusakan pada nat batuan candi" jelas Wahyu.

Candi Sari merupakan sebuah bang­unan vihara dan asrama bagi para biksu yang berada di Kalasan, Sleman. Sesuai dengan bentuk atapnya yang memiliki delapan­stupa,­Candi Sari­merupakan candi yang dibangun pada masa berkembangnya agama Budha. Dengan bentuk fisik empat persegi panjang berukuran 17, 30 Meter, lebar 10 Meter dan ketinggian 17 Meter, Candi Sari dibangun dengan konstruksi bertingkat. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: