SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

KAPUAS HULU --- Guna mengantisipasi dan mencegah  masuknya berbagai barang Ilegal dari negara tetangga yang masuk melalui perbatasan RI-Malasyia di Kaliamntan Barat, sejumlah  personil Kepolisian di daerah perbatasan pun siap siaga. Caranya adalah melakukan patroli di perbatasan.


Di Kabupaten Kapauas Hulu misalnya. Polres yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu menerjunkan sejumlah personel guna melakukan patroli.

Kepala Kepolisian Resor Kapuas Hulu, Ajun Komisaris Besar Polisi Sudarmin menyebut, patroli ini dalam upaya menindak lanjuti perintah Kapolda Kalbar untuk memperketat wilayah perbatasan.

“Polres Kapuas Hulu melaksanakan Patroli di Ujung Negeri di Kecamatan Badau dan Puring Kencana berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia Timur,” kata Sudarmin di Kapuas Hulu, Selasa (27/9/2016).

Dikatakan, patroli ini melibatkan 22 personel lintas fungsi.  Selain itu juga untuk antisipasi barang ilegal. 

“Juga sekaligus untuk mendekatkan diri kepada masyarakat perbatasan,” ujarnya.

Dijelaskan, wilayah Kalimantan Barat ini memiliki daerah perbatasan sepanjang 857 kilometer yang memiliki 52 jalan setapak yang bisa menghubungkan 32 kampung di Sarawak, Malaysia Timur.

“Hal ini tentunya tidak bisa dijaga sepenuhnya oleh Polisi dan TNI, akan tetapi perlu adanya keikutsertaan masyarakat perbatasan,” ucapnya.

Untuk menjaga garis sempadan perbatasan diperlukan patroli terkordinasi antara Polisi kedua negara. 

“Karena pelaku kejahatan di suatu negara akan dengan cepat lari ke Negara tetangga. Jika tidak ada kordinasi antar kepolisian kedua negara, maka sulitlah pelaku kejahatan dapat ditangkap,” kata Sudarmin.

Menyikapi kondisi demikian, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi SW menyatakan, Markas Besar Polri pun telah meninstruksikan di setiap Polres perbatasan untuk melaksanakan patroli terkordinasi dengan Kepala Police Daerah ( KPD) masing masing, kesemuanya itu dilaksanakan dalam rangka menjaga garis sempadan kedua Negara.

Yang terlibat dalam pengamanan seperti Polres Kapuas Hulu bekerja sama dengan KPD Lubok Antu, Kapolres Sintang dengan KPD Sri Aman, Kapolres Sanggau dengan KPD Serian, Kapolres Bengkayang dengan KPD Bau dan Kapolres Sambas dengan KPD Lundu. 

“Di setiap daerah perbatasan memiliki karakteristik tersendiri dalam gangguan Kamtibmasnya. Namun yang paling menonjol adalah penyelundupan secara fisik, seperti gula, bawang merah, gas elpiji dan daging illegal, bahkan akhir akhir ini mulai masuk Narkoba melalui jalur perbatasan baik melalui darat maupun melalui Laut,” katanya.


Patroli di ujung negeri ini, kata Suhadi dilaksanakan dengan menggunakan sepeda motor dan jalan kaki, karena ada dibeberapa daerah perbatasan yg belum bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sehingga jangan heran ketika dilakukan patroli terkordinaai antar Polisi kedua Negara, dengan titik kordinat tertentu.

“ Maka persiapan yang harus dilakukan Polri cukup lama karena harus berjalan kaki berjam jam. Sementara itu Police Diraja Malaysia Kontinjen Sarawak cukup memakan waktu dengan hitungan menit, karena  Infrastruktur di sana lebih baik dari pada Infrastruktur yang ada di Indonesia,” kata Suhadi.
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: