KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Sebagai upaya mencegah semakin meluasnya kerusakan kawasan hutan akibat aksi perambahan dan pembalakan liar oleh oknum dan kelompok masyarakat tidak bertanggung jawab,  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk tim satuan tugas (Satgas) pengamanan kawasan hutan.


"Kalau masalah pembalakan liar, Gubernur NTB sudah mengambil sikap tegas dan meminta supaya aparat keamanan tidak mentolerir para pelaku pengerusakan hutan" kata Juru bicara Pemprov NTB, Yusron Hadi di Mataram, Kamis (15/9/2016).

Karena itulah keberadaan satgas pengamanan kawasan hutan yang terdiri dari Dinas Kehutanan, aparat Kepolisian dan TNI diharapkan bisa mencegah kawasan hutan dari ancaman pembalakan liar, minimal mengurangi dan mempertahankan kawasan yang sudah ada.

Sebagai informasi, berdasarkan Data Badan Dinas Kehutanan (Dishut) NTB, kondisi kerusakan hutan di NTB saat sudah sangat mengkhawatirkan, dengan luas kerusakan mencapai 200.309 hektar.

Dimana empat hutan di antaranya mengalami kerusakan parah, yaitu hutan Labangka dan Tambora, Matta, Kabupaten Sumbawa dan Kawasan Taman Nasional Gnung Rinjani (TNGR), Kabupaten Lombok Utara.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: