SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Untuk mencegah masuknya berbagai penyakit berbahaya dan obat-obatan terlarang dari luar, masuk dan beredar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Dinas Kesehatan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) NTB memperketat pengawasan di setiap pintu kedatangan, baik di Bandara Internasional Lombok (BIL) maupun pelabuhan.


"Peredaran obat-obatan berbahaya sekarang ini sudah sangat membahayakan di Indonesia, termasuk penyebaran sejumlah penyakit berbahaya seperti Zika, Flu Burung dan Virus Merss beberapa waktu lalu, karena pengawasan harus terus dilakukan" kata Pelaksana tugas (Plt), Dikes NTB, Khaerul Anwar di Mataram, Senin (5/9/2016).

Karena itulah, kata Anwar, Dikes NTB bersama BPPOM terus memperketat pengawasan di setiap pintu kedatangan, terutama bandara yang merupakan pintu kedatangan tidak saja antar daerah, tapi juga antara negara, termasuk dengan menyediakan alat scanner untuk mendeteksi penumpang yang mengidap penyakit berbahaya.

Sehingga ketika ada terdeteksi mengidap penyakit atau terkena virus berbahaya seperti Zika, Flu Burung maupun Merss, antisipasi dini bisa cepat dilakukan untuk mencegah predaran.

"Selain menyediakan alat scan, sosialisasi termasuk membagikan kartu juga banyak dilakukan Dikes, supaya masyarakat bisa memahami".

Menanggapi adanya obat keras yang beredar di masyarakat dan banyak dikonsumsi anak - anak belakangan ini, Anwar mengaku belum mengetahui dan mendapatkan laporan, namun ia memastikan, adanya beredar obat terlarang selama ini bisa jadi disebabkan karena adanya kebocoran dan distribusi melalui jalur tidak resmi.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: