KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Himbauan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang mengharuskan perekaman e-KTP tuntas pada 30 September 2016 membuat sejumlah daerah kewalahan, tak terkecuali di Ponorogo. Warga yang melakukan perekaman baru bisa mengantongi e-KTP seminggu kemudian.


"Karena banyaknya masyarakat yang ingin mencetak e-KTP secara bersamaan jadi agak bermasalah jaringannya di Jawa jadi butuh waktu satu minggu," jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Edi Sutikno saat ditemui Cendana News di Kantor Desa Nambak, Ponorogo, Kamis (8/9/2016).

Menurutnya, perekaman cukup dilakukan dimasing-masing kecamatan. Warga tak perlu mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) cukup membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang terbaru.

"Daftar yang ada di kantor desa nantinya diserahkan kemasing-masing ketua Rukun Tetangga (RT) guna pemanggilan ke warga yang bersangkutan," ujarnya.

Selama melakukan perekaman serentak ini, Edi mengaku tak menemui kendala jikalau yang bersangkutan ada di tempat. Namun karena banyak warga Ponorogo yang kerja di luar kota bahkan di luar negeri itu yang memperhambat jalannya perekaman.


"Solusinya warga yang kerja di luar negeri harus mengurus Surat Keputusan (SK) Pekerja Luar Negeri (PLN)," tandasnya.

Selain itu bagi warga yang sudah tua dan sakit sehingga tak mampu ke kecamatan, anggota keluarga yang lain harus membuat laporan ke kantor desa agar nantinya perekaman dilakukan dimasing-masing warga yang mendaftar untuk didata.

"Ada mobil Dispendukcapil yang berkeliling ke rumah warga," cakapnya.

Meski mengaku kewalahan, Edi berkilah tak menemui masalah apapun. 

"Warga sendiri juga merasa tidak kesulitan, datang bawa KK, foto, tanda tangan beres," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti).
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: