JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Kondisi cuaca buruk membuat aktivitas pelayaran kapal kapal tradisional berukuran kecil di perairan Selat Sunda terutama ke beberapa wilayah pulau kecil diantaranya Pulau Kandang Balak, Kandang Lunik, Rimau Balak mengalami hambatan dengan angin kencang dan hujan deras. Akibatnya warga yang berada di Pulau Sumatera hendak menyeberang ke pulau pulau kecil tersebut terpaksa menunggu selama berjam jam sambil menunggu hujan reda dan menunggu angin kencang reda. Beberapa keluarga bahkan terpaksa menunggu di dermaga Muara Piluk untuk menyeberang menggunakan perahu kecil.


Dampak cuaca buruk tersebut dirasakan langsung para nahkoda atau pemilik kapal penumpang antarpulau yang sebagian menggunakan perahu bermesin kecil. Salah satunya Juanda (30) yang juga berprofesi sebagai nahkoda atau ojek kapal  ini mengaku penghasilannya terpangkas drastis. Ia bahkan harus menunggu cuaca sambil membersihkan perahu yang terisi air akibat perahu miliknya tidak memiliki penutup atap.

“Sejak sepekan ini kami memang kuatir dengan kondisi cuaca yang mengganggu aktifitas penyeberangan terutama kapal kapal tradisional yang melayani penyeberangan ke pulau Rimau Balak” ungkap Juanda saat ditemui Cendana News di dermaga Muara Piluk Bakauheni, Jumat (30/9/2016)


Biasanya Juanda mampu mengantar sebanyak 20 penumpang dari satu pulau ke pulau lainnya. Namun, sejak cuaca memburuk, jumlah penumpang kapalnya turun sampai 50 persen. Juanda hanya bisa pasrah karena banyak penumpang yang khawatir pada kondisi cuaca. Selain itu, ketepatan waktu angkutan antarpulau juga tak bisa lagi diandalkan.

Selain penyeberangan di dermaga Muara Piluk warga yang akan menyeberang ke Pulau Rimau Balak dari dermaga Keramat juga terganggu cuaca buruk. Kondisi cuaca buruk juga berakibat terganggunya pelayaran kapal kapal berukuran kecil yang melayani pelayaran dari dermaga Canti menuju Pulau Sebesi.


Kendala angin kencang dan hujan membuat sejumlah nelayan dan nahkoda kapal tradisional memilih waktu untuk beristirahat. Sebagian nelayan bahkan memilih menggunakan waktu untuk memperbaiki alat-alat tangkap diantaranya jaring dan bagian bagian perahu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Selat Sunda masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Akibatnya masyarakat nelayan dan penyedia jasa pelayaran tradisional tak berani melakukan aktifitas sambil menunggu cuaca mereda.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: