RABU, 21 SEPTEMBER 2016

SAMPANG --- Kondisi cuaca yang kurang baik di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat hasil produksi garam rakyat daerah setempat daerah setempat menurun drastis. Masuk kemarau basah sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan yang akan diperoleh petani, sehingga mereka terancam mengalami kerugian yang cukup besar.


Dalam kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan ini membuat masa waktu produksi garam di daerah ini semakin pendek. Apalagi sekarang hujan sudah mulai terjadi, sehingga petani semakin khawatir karena hasil garapan garam yang dilakukan masih belum sesuai harapan. Akibatnya petani hasil produksi pada musim kali ini sangat timpang jauh dengan musim sebelumnya yang dalam kondisi cuaca sedang normal.

“Pada musim kali ini kondisi cuaca sangat tidak memungkinkan, sehingga hasil produksi garam di kalangan petani menurun drastis, karena jangka waktu produksi juga tidak akan berjalan lama. Sehingga pendapatan yang akan diperoleh nantinya akan jauh timpang ketimbang pada musim sebelumnya,” kata Bahri (46), salah seorang petani garam di Kabupaten Sampang, Rabu (21/9/2016).

Disebutkan, dengan kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan membuat petani garam mulai kelimpungan, sebab aktifitas produksi garam tersebut merupakan mata pencaharian musiman yang bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun sayang dengan cuaca yang kurang bersahabat harapan petani akan sirna, akibatnya ia hanya bisa memanfaatkan waktu pendek untuk memproduksi garam.

“Kami tidak bisa berbuat banyak ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan seperti ini, tetapi mau gimana lagi, ya kami hanya bisa pasrah saja. Padahal musim garam kali ini menjadi harapan besar petani untuk bisa mendapatkan penghasilan yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” jelasnya.

Para petani berharap pada musim kali ini harga garam hasil garapannya bisa stabil, sehingga mereka bisa memiliki pendapatan yang lebih menjanjikan, sehingga nantinya bisa mecukupi kebutuhan hidup sehari-hari. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: