JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Pemerintah Kota Balikpapan diminta lebih bijaksana dalam mengambil kebijakan terkait defisitnya anggaran sebesar Rp577 miliar.


Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Yaser Arafat memperkirakan, defisitnya anggaran yang terjadi pada kota ini akan berdampak pada pengusaha, khususnya kontraktor yang menjadi rekanan kerja atau mengerjakan proyek pembangunan melalui anggaran pemerintah.

"Jelas pengusaha juga berdampak apabila proyek yang berjalan tidak dibayar. Karena kontraktor punya sub kontraktor dan pekerja. Dampaknya bisa pengangguran," terangnya Jumat (2/9/2016).

Untuk diketahui, Pemkot Balikpapan akan membayarkan kegiatan proyek-proyek yang tahun jamak pada 2017. Skenario itu saat ini sedang dikaji untuk menentukan kegiatan apa saja yang menjadi prioritas.

Menurut Yaser, pengusaha akan kesulitan membayar pekerja apabila proyek pengerjaan tidak dibayar. 

"Kontraktor juga punya pekerja yang tentunya menunggu pembayaran. Ini akan muncul gejolak jika pemerintah tidak membayarkan proyek yang sudah dikerjakan," tegasnya.

Karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk membayarkan pekerjaan yang sudah jalan sesuai dengan kesepakatan. 

"Kita masih tunggu kajiannya pemerintah terkait defisitnya anggaran itu," ujar Yaser.

Gejolak lainnya yang akan muncul ia berpendapat, angka pengangguran akan bertambah mengingat banyak pekerja yang bekerja pada kontraktor. 

"Pengangguran akan bertambah dengan kondisi keuangan yang sulit," tandasnya.

Yaser menambahkan ada dampak lain yakni menimbulkan stabilitas ekonomi akan menurun. Akibat daya beli masyarakat berkurang karena uang yang beredar sedikit.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: