SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN---Pemangkasan dana bagi hasil tahun ini dan 2017, berdampak pada defisit anggaran daerah. Akibat defisit, Kota Balikpapan terpaksa pembayaran kontraktor pelaksana kegiatan maupun pembangunan kota Balikpapan dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Tara Alorante
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Tara Alorante mengungkapkan pengerjaan proyek pembangunan yang dilakukan kontraktor banyak jumlahnya, sehingga pembayaran dilakukan bertahap yakni tahun ini dan tahun 2017 mendatang.

"Sebagian ada yang dibayar 2016 sebagian di tahun 2017. Berapa yang nilainya sedang dihitung," katanya Selasa, (6/9/2016).

Tara menyebutkan lebih dari 50 kontraktor yang dibayarkan pada tahun depan. "Nilainya sendiri berapa kita masih dihitung. Ia mengaku belum bisa memberi informasi detil. 

Lanjut Tara, persoalan penundaan pembayaran secara bertahap tersebut telah dikomunikasikan kepada pihak kontraktor dan mereka sangat memaklumi kondisi keuangan. 

“Tidak ada gugatan. Mereka memahami kondisinya. Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan kontraktor," beber Tara.

Untuk diketahui, dalam pertemuan dengan kontraktor itu dipimpin langsung oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi. Dalam pertemuan tersebut Walikota menjelaskan kondisi keuangan dan pelaksanaan kegiatan fisik yang dilaksanakan kota Balikpapan.

Sebelumnya, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat mengatakan agar pemerintah membuat keputusan yang bijak dalam pembayaran kontrak kerja untuk fisik. Karena penundaan pembayaran akan berdampak cukup besar pada rekanan kerja. (Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Redaksi Cendana News

Berikan Komentar: