KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Ratusan petani di Desa Pasuruan melakukan panen raya padi varietas Ciherang dengan pola penananaman sistem jajar legowo yang memproduksi padi dengan kuantitas lebih banyak dibandingkan pola penanaman tanpa sistem jajar legowo. Panen raya difokuskan di salah satu lahan pertanian milik warga Desa Pasuruan,Wagino (50) yang memiliki tanaman padi seluas 1 hektar varietas Ciherang yang mampu menghasilkan padi sebanyak 8 ton dalam satu hektar. Sementara panen dilahan petani dilakukan serentak di wilayah tersebut dengan masih menggunakan teknik.


Danramil 03/Penengahan Kapten Sukandi yang langsung terlibat dalam panen raya tersebut mengungkapkan panen raya tersebut merupakan panen pertama kali dengan penggunaan pola jajar legowo yang diterapkan oleh petani di wilayah Kecamatan Penengahan. Sebab sebelumnya petani di wilayah tersebut sebagian besar masih menerapkan sistem penanaman lebih rapat dengan harapan memperoleh hasil yang lebih banyak.

“Hari ini kami melakukan panen raya di lahan sawah yang menerapkan pola penanaman jajar legowo yang didampingi oleh para babinsa Koramil Penengahan,” ungkap Kapten Sukandi di areal sawah Desa Pasuruan, Kamis (8/9/2016)

Menurut Sukandi panen raya tersebut selain dihadiri oleh  Danramil 03/Penengahan ,KUPT Dinas Pertanian Kecamatan Penengahan, Babinsa, Penyuluh Pertanian dan aparat Desa Pasuruan yang ikut langsung melakukan panen raya padi tersebut. Sukandi mengungkapkan produksi padi di wilayah Kecamatan Penengahan yang mendapat pendampingan dari Babinsa Koramil 03/Penengahan diakuinya merupakan salah satu program untuk penyerapan gabah yang menjadi program Bulog berkoordinasi dengan masing masing Koramil.

Sementara itu petugas penyuluh pertanian dari badan penyuluh pertanian,perikanan dan kehutanan Kecamatan Penengahan Mualimin mengaku pola penanaman jajar legowo lebih menguntungkan para petani.

Ia mengungkapkan banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Pada saat ini ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi salah satu yang bisa di pilih yaitu dengan cara tanam padi dengan sistem jajar legowo

Ia mengakui “Legowo” di ambil dari bahasa Jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari tanam padi dengan sistem jajar legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir.

Berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Itulah sebabnya sistem jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam proses meningkatkan produksi gabah.


Penerapan jajar Legowo dengan pola penanaman 2:1 dilakukan dengan cara setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.

Sementara pola Jajar Legowo ukuran 3:1 dilakukan dengan Setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya jajar legowo 4:1 – setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya.

“Banyak petani yang berhasil menerapkan pola penanaman jajar legowo dan menghasilkan panen yang cukup baik dibandingkan tanpa menggunakan pola tersebut” ungkap Mualimin.

Ia berharap pola penanaman padi dengan jajar legowo bisa diterapkan oleh petani di wilayah tersebut karena sistem tersebut terbukti mampu meningkatkan produksi padi bagi petani. Selain meningkatkan produksi padi pola jajar legowo bisa mempermudah perawatan tanaman padi. Wilayah Kecamatan Penengahan menjadi wilayah pertanian yang produktif karena berada di bawah kaki Gunung Rajabasa yang memiliki sistem irigasi yang baik.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: