JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Pemangkasan anggaran akibat defisit yang dirasakan pemerintah kota Balikpapan berdampak pada pengurangan kegiatan pelatihan-pelatihan tenaga kerja atau pencari kerja. Pelatihan dan bimbingan teknis ini salah satu upaya pemerintah kota dalam mengurangi angka pengangguran.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) kota Balikpapan, Tirta Dewi menuturkan, anggaran dipangkas untuk dilakukan penghematan hingga akhir tahun, sehingga latihan peningkatan SDM pastinya akan berkurang. 

"Otomatis dengan adanya pemangkasan anggaran akan berkurang kegiatan latihan ketenagakerjaan," ungkapnya di Balikpapan, Jumat (23/9/2016).

Dengan kondisi itu, pihaknya mengharapkan perusahaan dikota minyak memberikan bantuan CSR untuk pelatihan tenaga kerja khususnya pencari kerja dalam rangka mengurangi angka pengangguran. 

"Masalah pelatihan kita juga mengharapkan ini ada bentuk CSR dari perusahaan bisa membuka pelatihan-pelatihan tenaga kerja, bukan hanya berharap dari pemerintah," tegas Tirta.

Ketika disinggung mengenai rencana kampung PHK ia mengatakan, rencana itu juga masih dibahas lagi. Rencana ini muncul dari Disnaker, serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) kota Balikpapan bersama DPRD Balikpapan.

"Kampung PHK ini melihat anggaran lagi. Tapi kita juga usul ke forum CSR dapat dibantu juga,"katanya.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: