KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

BALI --- Meski telah dinihari, namun ratusan massa aktivis Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) dari Banjar Peken, Desa Adat Sumerta makin memanas. Ratusan massa dari berbagai daerah datang ke Polda Bali. Tercatat di antaranya massa dari Tanjung Benoa, Gianyar dan beberapa daerah lainnya.


Bahkan, mereka meneriakkan yel-yel perlawanan tolak reklamasi Teluk Benoa. Massa juga berteriak meminta rekan mereka, I Gusti Putu Dharma Wijaya dibebaskan. "Bebaskan teman kami. Tolak reklamasi Teluk Benoa," pekik massa bersamaan, Rabu 7 September 2016.

Sesaat kemudian, mereka merangsek maju hendak masuk ke halaman Polda Bali. Namun, mereka dihadang oleh barikade polisi. Beberapa di antara mereka melakukan orasi terkait reklamasi Teluk Benoa.

Sementara itu, kuasa hukum I Gusti Putu Dharma Wijaya, Nengah Sukardika menuturkan, kliennya masih menjalani pemeriksaan intensif. "Masih dalam pemeriksaan," katanya ‎di Mapolda Bali.

Menurut Nengah, kliennya yang dijerat dengan Pasal 24 a Junto Pasal 66 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan‎ akan ditahan. Sebab, ancaman hukuman sesuai pasal tersebut adalah lima tahun. "Ditahan," kata pria yang karib disapa Ateng itu singkat.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: