SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Banyaknya bangunan bersejarah yang ada di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat pemerintah daerah setempat berinisiatif untuk menjadikan destinasi wisata kota tua. Dimana lokasi milik PT. Garam tersebut sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata, sebab mayoritas bangunan yang ada masih dengan nuansa kuno yang hingga kini belum ada modifikasi sama sekali.

Melihat bangunan serta barang-barang yang ada di lokasi itu akan mampu menarik daya minat wisatawan untuk berkunjung, pemerintah daerah ini sudah melakukan kordinasi dengan pihak PT. Garam untuk bekerjasama mengembangkan daerah tersebut sebagai destinasi wisata kota tua. Supaya dalam proses pengembangan wisata tersebut bisa berjalan dengan baik sesuai harapan.

“Kami sudah beberapa kali melakukan rapat dengan PT. Garam untuk mempersiapkan draf kerjasama, sehingga nanti kita akan gabung untuk dilakukan koreksi secara bersama-sama. Jadi dari draf itu dimana yang harus diperbaiki untuk rencana tindaklanjut,” kata Sufiyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Sabtu (17/9/2016).

Disebutkan, keinginannya untuk menggagas destinasi wisata mengingat lokasi yang ada itu dikenal mengandung banyak sejarah, bukan hanya bangunan saja, melainkan barang-barang lain yang ada juga memiliki sejarah. Maka ketika itu dijadikan tempat wisata sangatlah cocok, para pengunjung bisa menikmati serta melihat bangunan maupun barang kuno yang sulit ditemui pada zaman seperti sekarang.

“Kalianget itu dikenal dengan 1001 sejarah, setelah kita pelajari ternyata sesuai dan PT. Garam objeknya.  Jadi sekarang dalam tahap Memorandum Of Understanding (MoU), nanti kalau itu sudah selesai hanya tingal menindaklanjuti,” jelasnya.


Setelah selesai proses MoU, pihaknya akan mempersipakan segela sesuatu yang dibutuhkan dalam pengembangan destinasi wisata kota tua tersebut. Selain itu juga akan melakukan inventarisir terhadap benda-benda bersejarah yang ada, sehingga benda yang mengandung sejarah bisa diketahui oleh masyarakat luas yang berkunjung ke daearah tersebut. 
[M. Fahrul]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: