SABTU, 10 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Liburan akhir pekan sekaligus libur hari raya Idul Fitri 2016 (1437 H) menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama kerabat, sahabat dan menjalin silaturahmi. Satu kesempatan yang bisa digunakan untuk menikmati liburan akhir pekan salah satunya mengunjungi destinasi wisata air terjun bertingkat, susur sungai dan menikmati keindahan Bendungan Batu Tegi yang merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara. 


Menuju lokasi wisata air ini terbilang cukup mudah karena pengunjung bisa menempuh perjalanan darat menggunakan bus, travel atau kendaraan roda dua cukup menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari kota Bandarlampung. Lebih asik lagi perjalanan menuju lokasi menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan roda dua karena akses menuju lokasi sangat jarang terdapat angkutan umum.

Salah satu destinasi wisata yang masih jarang dikunjungi diantaranya wisata susur sungai dan air terjun bertingkat yang debit airnya cukup deras saat musim hujan dan sedikit berkurang pada musim kemarau. Selain bisa menikmati suasana di air terjun bertingkat dan susur sungai, pengunjung juga bisa cukup menikmati wisata susur bendungan dengan menggunakan perahu perahu bermesin dari dermaga (jetty) yang ada di bendungan dengan membayar jasa perahu sebesar 70ribu satu kapal dengan kapasitas maksimal penumpang 7-10 orang. Susur bendungan dapat dilakukan untuk melihat dari dekat bukit bukit yang menjadi saksi bisu adanya perkampungan serta desa desa yang terpaksa ditenggelamkan untuk pembangunan bendungan seluas 3.560 hektar.

Salah satu warga mengungkapkan saat akhir pekan dan musim liburan lokasi tersebut sering dikunjungi wisatawan untuk sekedar menikmati suasana bendungan dan duduk duduk di pinggir bendungan di sekitar warung yang banyak terdapat di tempat tersebut. Sementara saat ini banyak pengunjung yang juga mulai mengunjungi destinasi wisata yang lokasinya dekat dengan air terjun yang dikenal dengan air terjun bertingkat dan sekaligus menikmati susur sungai yang menjadi sumber mata air bagi bendungan batu tegi tersebut.

"Sekarang banyak yang mulai mengunjungi air terjun bertingkat yang ada di Air Naningan dan berada dekat dengan bendungan batu tegi namun belum seramai yang berkunjung ke bendungan batu tegi,"ungkap Sopian salah satu warga di sekitar Bendungan Batu Tegi, Sabtu (10/9/2016).


Lokasi wisata yang masih belum banyak dikenal berupa air terjun bertingkat tersebut mendorong pemuda di sekitar lokasi wisata tersebut melakukan aksi bersih bersih untuk menciptakan lokasi wisata yang layak dikunjungi dan mudah diakses. Sebelumnya puluhan pemuda di wilayah Dusun Tegalsari 2 Pekon Air Lubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus mengisi kegiatan dengan melakukan bersih bersih di lokasi tempat wisata yang selama kurang mendapat perhatian.

Tamar Widadi, salah satu relawan pemuda yang ada di Air Naningan sekaligus pendiri rumah baca Jalosi Sanak Negeri mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda di kampung tersebut yang prihatin melihat lokasi wisata berupa air terjun dipenuhi sampah dan kurang terawat. Sementara potensi wisata berupa  air terjun dan sungai sekaligus potensi bendungan Batu Tegi merupakan tempat wisata yang potensial untuk dikembangkan.

Tamar Widadi mengungkapkan, langkah tersebut bermula dari fenomena banyaknya para netizen yang mengunggah lokasi lokasi wisata yang ada di setiap daerah melalui jejaring sosial, media sosial dan menjadi viral. Hobi petualangan sekaligus keinginan mengunjungi tempat tempat baru tersebut diantaranya diharapkan akan berdampak positif dalam pengembangan sektor pariwisata yang ada di wilayah Air Naningan yang berada di dekat bendungan Batu Tegi.

"Saat ini fenomena penghobi jalan jalan lengkap dengan fotografi membuat destinasi wisata yang selama ini belum dikenal menjadi dikenal orang terutama dengan adanya sosial media, maka kita melakukan aksi bersih bersih agar tempat wisata yang kita miliki juga layak dikunjungi,"ungkap Tamar Widadi yang lebih dikenal sebagai pemerhati literasi dengan mendirikan rumah baca Jalosi sanak negeri di kampungnya.


Ia mengaku potensi wisata tirta atau wisata air yang dimiliki oleh Kecamatan Air Naningan diantaranya susur sungai, kunjungan ke air terjun bertingkat  dengan curahan air yang cukup indah serta wisata susur Bendungan Batu Tegi. Sungai sungai yang bermuara ke bendungan Batu Tegi selama ini diungkapkan Tamar sering kotor oleh limpasan sampah dari perkebunan berupa sampah kayu maupun sampah dari perkampungan warga. Puluhan pemuda yang peduli di desa tersebut sepakat mengadakan Jumat bersih untuk membersihkan area yang berpotensi menjadi destinasi wisata bagi para pecinta alam tersebut.

Ia mengaku potensi wisata air terjun di lokasi tersebut memiliki keunikan karena memiliki beberapa tingkat dan menghadap ke sungai sehingga pengunjung atau wisatawan bisa menikmati dua sensasi berwisata dalam satu lokasi. Selain bisa menikmati keindahan air terjun dengan berfoto, pengunjung pun bisa menyaksikan primata yang menjadi hewan endemik di lokasi tersebut diantaranya monyet kerikil, monyet ekor panjang yang tinggal di habitat hutan sekitar sungai dan air terjun tersebut.

Pengunjung bisa menikmati lokasi wisata tersebut dengan menggunakan perahu kayu bermesin atau perahu dayung menyusuri sungai dengan pemandangan di kiri dan kanan yang berupa tebing tebing terjal. Penghobi bird watching (pengamatan burung) juga bisa dengan leluasa menikmati keindahan burung burung liar seperti kepodang, burung murai, perkutut, kutilang serta burung endemik di sekitar wilayah sungai tersebut.  Layaknya mendayung di antara gugusan pulau pulau, tebing tebing menawan tersebut bisa dinikmati sambil bersampan dan bisa mengabadikannya melalui kegiatan fotografi.

Kondisi yang potensial dengan pemandangan yang menarik tersebut menurut Tamar sangat disayangkan karena saat ini akses serta kondisi lokasi wisata kurang mendapat perhatian. Kondisi tersebut diantaranya fasilitas jalan setapak yang masih berupa tanah dengan rumput rumput liar di sepanjang jalan sehingga ia bersama pemuda di kampung tersebut berinisiatif melakukan pembersihan lokasi dengan harapan bisa menarik minat para wisatawan.

"Kalau lokasinya bagus tapi sarana pendukungnya kurang tentunya wisatawan akan berpikir dua kali untuk berkunjung di sini tapi kita para pemuda di sini terus melakukan pembenahan agar tempat wisata ini bisa lebih terawat,"ungkap Tamar.

Selain memiliki rncana pengembangan dengan tahap awal membersihkan area tempat wisata tersebut, Tamar mengaku akan melakukan kerjasama denagn pihak terkait diantaranya Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus terkait pembenahan infrastruktur jalan serta sarana lain. Selain itu pembenahan selama beberapa hari ini diharapkan sudah mampu menarik kunjungan wisatawan terutama memasuki liburan panjang akhir pekan disambung libur Idul Adha 2016 (1437 H) yang akan menarik para pengunjung ke lokasi air terjun bertingkat di Air Naningan.

Tamar mengaku secara bertahap akan melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk upaya pemberdayaan masyarakat dari sektor wisata. Sebab dengan adanya lokasi wisata maka akan memberi nilai tambah bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi diantaranya dengan menyediakan fasilitas warung yang menyediakan makanan ringan, minuman berupa kelapa muda serta kebutuhan bagi pengunjung lokasi wisata tersebut. Selain itu beberapa pemilik perahu mulai diberdayakan untuk menyediakan perahu yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan diantaranya pelampung serta ban bekas yang diisi angin terutama bagi aktifitas susur sungai dan susur Bendungan Batu Tegi.

"Kami sudah beberapa kali membersihkan lokasi dengan menambah beberapa petunjuk arah, merapikan jalan serta beberapa pembenahan lain harapannya akhir pekan ini sudah banyak pengunjung yang datang,"ungkap Tamar.


Lokasi yang masih alami dan belum banyak dikunjungi diungkapkan Tamar karena kurangnya promosi dan keterbatasan infrastruktur. Padahal ia mengakui tempat wisata tirta di Air Naningan tidak kalah dengan tempat wisata air terjun di tempat lain yang kerap viral di media sosial hanya karena sering diunggah di jejaring sosial. Lokasi yang mudah diakses dan kebersihan lokasi yang terus dilakukan oleh pemuda di kampung tersebut diharapkan bisa menjadi pendongkrak jumlah kunjungan wisatawan yang ada di tempat tersebut.

Salah satu warga Air Naningan, Rudi (40) mengaku air terjun tersebut sudah ada sejak dirinya masih usia sekolah dan saat ini sudah memiliki beberapa orang anak. Meski bagus namun lokasi wisata tersebut jarang dikunjungi karena kurang dipromosikan dan hanya dikunjungi oleh para anggota Pramuka, pecinta alam lokal dan belum banyak yang berasal dari wilayah lain selain tidak mengetahui juga belum adanya promosi adanya tempat wisata yang cukup bagus tersebut.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: