RABU, 21 SEPTEMBER 2016

SAMPANG --- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur sangat mendukung adanya pemangkasan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap daerah setempat. Hal tersebut merupakan bentuk sanksi yang bisa meningkatkan kinerja eksekutif agar kedepan bisa lebih baik, sehingga kebijakan yang telah dikeluarkan dapat dilaksanakan dan bisa dirasakan oleh masyarakat.


Adanya pemangkasan terhadap dana ratusan miliar yang akan dialokasikan kepada daerah oleh pemerintah pusat harus dijadikan pelajaran bagi eksekutif yang ada di daerah ini. Karena pengurangan tersebut diakibatkan banyaknya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah tidak dilaksanakan, sehingga dapat berdampak kurang baik dan berujung terhadap terhadap pengurangan anggaran.

“Ini merupakan bentuk sanksi, sehingga bagaimana ke depan pemerintah daerah lebih berhati-hati lagi. Makanya kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah pusat, agar nanti kinerja pemerintah kedepan lebih maksimal,” kata Abdussalam, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Rabu (21/9/2016).

Disebutkan, bahwa dengan adanya pemangkasan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang mencapai sebesar Rp.120 Miliar itu sudah menunjukkan kinerja pemerintah daerah ini kurang maksmal. Sehingga masyarakat nantinya bisa menilai kenapa anggaran untuk daerah ini bisa dipangkas dengan nominal yang cukup besar, padahal masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.

“Kalau saya tidak menyalahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah, karena SKPD tersebut tergantung dari pimpinan. Karena kalau pimpinan daerah ini tegas, maka SKPD pastinya tetap melaksanakan. Jadi saya kalau ada yang menyalahkan SKPD tidak terima, sebab mereka sudah melaksanakan secara maksimal,” jelasnya.

Pihaknya berharap pemerintah daerah dengan berkurangnya Dana Alokasi Umum (DAU) itu harus benar-benar dimaksimalkan untuk kepentingan masayarakat, sehingga jangan lantas dana yang ada hanya banyak keluar untuk kebutuhan perjalanan dinas maupun lainnya yang kurang bermanfaat bagi masyarakat.
[M. Fahrul]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: