MINGGU, 11  SEPTEMBER 2016

LOMBOK --- Gelar Bapak Pembangunan yang disematkan kepada Presiden Soeharto memang bukan isapan jempol, perhatiannya terhadap sektor pertanian dalam upaya peningkatan swasembada pangan nasional di semua pelosok negeri sampai sekarang masih tetap dikenang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Bendungan Temodo, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu bukti sejarah dan membuktikan akan kepedulian serta komitmen Presiden Soeharto mensejahterakan kehidupan ekonomi petani dan menjadikan Indonesia menjadi negara berdaulat di bidang swasembada pangan nasional.

Bendungan Temodo, merupakan satu dari sekian bendungan yang dibangun Presiden Soeharto di NTB untuk menunjang kebutuhan irigasi pertanian, khususnya di kawasan selatan Pulau Lombok.

Kini setelah sekian tahun menopang kebutuhan irigasi pertanian masyarakat di Desa Serewe dan sejumlah desa lain di Lombok Timur, sejak dibangin tahun 1990, Bendungan Temodo butuh perbaikan, terutama pada bagian saluran tempat keluarnya air bendungan.

"Keberadaan bendungan Temodo yang dibangun pak Harto telah banyak membantu kebutuhan irigasi petanian masyarakat sampai sekarang" kata Murdani, Kepala Dusun Temodo, Desa Serewe, Lombok Timur kepada Cendana News, Minggu (11/9/2016).

Meski demikian, kata Murdani, bendungan Temodo perlu perbaikan, terutama pada bagian saluran keluarnya air dari bendungan, karena semenjak dibangun 1990 sampai sekarang belum pernah ada perbaikan dari Pemkab Lotim maupun Pemda NTB.


Akibatnya air bendungan mudah kering, karena tidak ada pintu pengatur keluarnya air bendungan, air mengalir begitu saja tanpa bisa dikendalikan sesuai keperluan, itulah yang menjadi penyebab kenapa air bendungan cepat kering sebelum musim hujan tiba.

Darwis, petani Dusun Temodo menambahkan, selain itu, selokan kecil sebagai jalan mengalirkan air bendungan dari sawah warga satu ke sawah warga lain juga tidak ada, sehingga air yang keluar dari bendungan tidak bisa cepat menyebar dan dialiri ke setiap sawah petani.

"Kita berharap kepada pemerintah, supaya bisa memperbaiki kerusakan yang terjadi pada bagian bendungan, karena keberadaan bendungan selama ini cukup membantu petani mengairi tanaman, terutama saat musim kemarau tiba" katanya.

Pantauan Cendana News, kalau dilihat dari keterangan plang, Bendungan Temodo memang sudah sangat lama, nama dinas yang membangun juga masih bernama Dinas Permukiman dan Prasaran Wilayah era pemerintahan Presiden Soeharto.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: