KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

BALI ---‎ Kepolisian Daerah (Polda) Bali tengah mencari pemilik akun @banaspati2001. Akun Twitter tersebut memuat sebuah foto seorang pria memakai baju Bali tolak reklamasi sambil memberi hormat kepada bendera Forum. 


"Kita sedang lakukan penyelidikan. Kita ingin klarifikasi, apa maksudnya dia menulis begitu," tegas Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto di Mapolda Bali, Kamis (8/9/2016).

Namun, di media sosial Facebook, sebagaimana dirilis oleh akun Koordinator ForBALI, Wayan Gendo Suardana, dijelaskan pria yang tengah hormat kepada bendera ForBALI itu bernama Agus Wirasmana. Bahkan, Gendo menyertakan pula klarifikasi dari Agus Wirasmana tersebut. Berikut klarifikasinya:

*KLARIFIKASI* Saya Agus Wirasmana. Saya adalah pengguna sosial media yakni: 1) Facebook dengan akun: Agus Wirasmana dan 2) akun instagram:@aguspongek08_. 

Perlu saya sampaikan bahwa Saya TIDAK PUNYA akun twitter. Melalui status ini saya ingin mengklarifikasi mengenai penyalahgunaan foto saya oleh pihak yang tidak bertanggungjawab melalui akun twitter:@banaspati2001 yang telah menjadi berita luas sehingga merugikan saya, sebagai berikut: 

A). Di akun Instagram saya @aguspongek08_ saya mengunggah foto hormat bendera ForBALI. Foto di instagram itu saya buat semata-mata sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan gerakan tolak reklamasi teluk benoa. Saya tegaskan bahwa tidak ada keinginan lain apalagi untuk melakukan pelecehan negara dan pancasila. 

B). Tanpa sepengetahuan saya, foto saya tersebut telah dicuri/dibajak oleh pihak yg tidak bertanggung jawab, lalu pada tgl 18 agustus 2016, foto tersebut diunggah melalui akun twitter dengan nama@banaspati2001, dengan caption "Indonesia Sudah Mati" "Pancasila Was Dead". 

C). Akibat dari perbuatan itu, banyak tuduhan kepada saya karena publik mengira bahwa saya adalah pemilik akun twitter @banaspati2001 tersebut, padahal SAYA BUKAN PEMILIK AKUN TWITTER@banaspati2011. 

D). Atas dicuri/dibajak dan disalahgunakannya foto tersebut, saya secara pribadi merasa difitnah dengan sangat keji oleh pemilik akun twitter @banaspati2001. Parahnya, fitnah dari twitter @banaspati2001 tersebut sekarang digunakan untuk menyerang gerakan tolak reklamasi Teluk benoa. Berdasarkan pemaparan diatas saya tegaskan, bahwa: 

1. Saya BUKAN PEMILIK akun twitter @banaspati2001, sehingga tuduhan yang menyatakan saya sebagai pemilik aku twitrer tersebut adalah TIDAK BENAR. Sampai saat ini saya tidak pernah membuat atau memiliki akun twitter. 

2. Saya mengecam tindakan akun twitter @banaspati2001 yang melakukan tindakan keji sehingga menimbulkan kerugian bagi saya bahkan menjadi fitnah keji bagi gerakan tolak reklamasi Teluk Benoa seolah-olah saya anti NKRI dan anti Pancasila. 

3. Atas kejadian ini saya berharap dan memohon pihak kepolisian Republik Indonesia menemukan dan menindak tegas pemilik akun twitter @banaspati2001 yang sebenarnya. 

4. Saya cinta NKRI, saya cinta Pancasila oleh karena itu saya turut berjuang membela Teluk Benoa dari ancaman reklamasi karena rencana tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan tidak menghargai NKRI sebagai negara maritim.bangsa maritim tidak akan mengurug laut. Demikian yang dapat saya sampaikan. Selamat hari raya Galungan, semoga kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan.
[Bobby Andalan]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: