RABU, 14 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mohammad Rum mengatakan, diperlukan pola penanganan permanen dan serius dalam upaya mengentaskan masalah bencana kekeringan yang hampir berlangsung setiap tahun di beberapa Kabupaten di NTB.


"Kalau ingin bencana kekeringan di NTB, harus ada penanganan serius dan membutuhkan pola penanganan permanen, supaya bencana sama tidak terulang kembali, atau minimal bisa dikurangi" kata Rum di Mataram, Rabu (14/9/2016).

Pola penanganan permanen yang dimaksud Rum dengan membangunkan sumur bor di daerah yang selama ini menjadi langganan bencana kekeringan, selain sumur bor penanganan permanen juga bisa dilakukan dengan pipanisasi dan sistem pengolahan air untuk menjadikan air yang berkualitas.

Menurutnya pola ini justru dinilai akan lebih efektif dalam rangka mengatasi masalah kekeringan yang setiap tahun selalu terulang di NTB daripada penanganan melalui droping air bersih menggunakan tangki ke setiap wilayah yang terkena dampak kekeringan.

"Pola droping air bersih itu merupakan langkah terakhir, setelah semua pola penanganan diatas dilakukan, jangan justru dijadikan sebagai langkah utama, itulah yang menyebabkan kenapa bencana kekeringan tidak pernah bisa teratasi" ungkapnya.

Lebih lanjut, Rum menambahkan, pola penanganan bencana kekeringan melalui pola droping selama ini juga seringkali tidak efektif mampu menangani masalah kekeringan dan tidak merata.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: