KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menetapkan salah seorang kades dengan kasus dugaan penyelewengan bantuan Beras Bagi Warga Miskin (Raskin) pada Kamis (15/9/2016). Tersangka sebelumnya diperiksa sebagai saksi, namun pada saat memberikan keterangan kepala desa tersebut langsung ditahan, karena alat bukti yang ada sangat cukup untuk melaksakan penahanan.

Penahana terhadap IB, kepala Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk memang sudah sesuai dengan prosedur dan alat bukti yang ada. Sehingga meskipun pada hari ini pemanggilannya hanya sebagai saksi bisa berubah menjadi tersangka. Sebab dari alat bukti yang ada tersebut sudah memenuhi unsur yang dinilai merugikan uang negara, akibatnya tersangka langsung dilakukan penahaan usai pemeriksaan.

“Yang jelas kami tim bekerja sesuai dengan program dan perencanaan, karena dua alat bukti itu sudah cukup. Tetapi yang bersangkutan kami panggil sebagai saksi yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan. Yang jelas ada kerugian negara,” kata Bambang Sutrisna, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Kamis (15/9/2016).

Disebutkan, bahwa untuk kerugian negara saat ini masih dilakukan penghitungan, sehingga masih belum bisa dijelaskan secara detail. Tetapi meskipun kerugian tersebut belum jelas, penahanan itu dikuatkan oleh alat bukti yang bisa menjadikan tersangka dalam dugaan kasus penyelewengan bantuan beras bagi warga miskin (Raskin) tersebut.

“Jika ada alat bukti lain yang mendukung bisa saja ada tersangka lain, jadi sepanjang ada bukti yang mengarah kesana apa tidak,” jelasnya.

Sementara dengan perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancama hukuman minimal 5 tahun penjara. Saat ini tersangka ditahan di lembaga permasyarakatan (Lapas) Klas II B daerah Kabupaten Sumenep.

Kasus dugaan penyelewangan bantuan beras bagi warga miskin tersebut dilaporkan oleh masyarakat bebarapa tahun lalu dan akhirnya pada tahun 2016 ini kepala desa tersebut ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
[M. Fahrul]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: