SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

BALI --- Direktur Narkoba Polda Bali, Komisaris Besar Franky Haryanto Parapat diperiksa Mabes Polri. Pemeriksaan terhadap Franky diduga terkait pemerasan terhadap para tersangka narkoba di lembaganya. Tidak hanya itu, informasi yang berkembang Franky juga ditangkap Paminal Mabes Polri pada 19 September pukul 22.00 WITA. Kasus yang menjeratnya adalah pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp50 juta di brangkas bensat.

Terkait pemerasan, Franky diduga melakukan pemerasan terhadap 7 kasus narkoba dengan barang bukti di bawah 0,5 gram. Informasi beredar, rata-rata satu kasus dimintai Rp100 juta. Bahkan, kabarnya, dalam kasus narkoba yang menjerat warga negara Belanda, ia meminta satu unit mobil Toyota Fortuner 2016.


Kaur Prodok Propam Polda Bali, Kompol Dewa Putu membenarkan ‎pemeriksaan Franky oleh Paminal Mabes Polri. "Ya memang sedang ada pemeriksaan dari Paminal Mabes Polri," kata Dewa, Selasa (20/9). Franky sendiri terlihat memasuki ruang Propam sekitar pukul 10.30 WITA.


Sementara itu, Kabid Penmas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Sri Harmiti menampik kasus yang menjerat Franky. Ia menyebut kehadiran Paminal hanya pemeriksaan rutin saja.

"Kehadiran Paminal Mabes Polri untuk melakukan verifikasi dan pemeriksaan rutin. Nanti untuk lebih jelas silahkan tanya ke Kabid Humas," kata Sri.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: