SELASA, 27 SEPTEMBER 2016
  
SAMPANG --- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur telah membentuk lima tim untuk melakukan penanganan kesehatan terhadap korban banjir yang sudah tiga hari pemukimannya terendam banjir. Pasalnya dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan masyarakat yang berada di daerah dampak bencana banjir tersebut harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, supaya tidak mudah terjangkit penyakit.

Firman Pria Abadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang.
Para tim medis yang telah dibentuk untuk menangani korban banjir itu akan mencari dan mengevakuasi warga yang sedang terserang penyakit untuk diberikan perawatan medis, agar penyakit yang mereka alami tidak menular ke warga lainnya. Selain itu tim kesehatan juga akan mengevakuasi warga yang membutuhkan pelayanan persalinan saat dalam jebakan banjir.

“Kami sudah membentuk lima tim medis yang akan melakukan penaganganan kesehatan terhadap korban banjir yang ada di daerah ini. Sehingga nanti korban banjir yang membutuhkan penanganan kesehatan langsung di evakuasi dan diberikan penanganan serius untuk menyembuhkan penyakitnya” kata Firman Pria Abadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Selasa (27/9/2016).


Disebutkan, bahwa pembentukan tim medis untuk penanganan korban terdampak banjir tersebut untuk melaksanakan penanganan kegawatdaruratan yang dialami masyarakat di daerah ini. Sehingga mereka yang rumahnya sedang direndam banjir bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik, apalagi pada saat banjir terjadi kemungkinan besar warga mudah terserang penyakit.

“Jadi kami akan mencari dan mengevakuasi sejumlah warga terdampak banjir yang membutuhkan penanganan kesehatan, termasuk rencana persalinan” jelasnya. 

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang menjadi dampak bencana banjir, sehingga apabila nantinya diketahui secara langsung akan diberikan pelayanan medis. Karena penyakit yang dialami para korban banjir tersebut harus ditangani secara cepat supaya penyakit tidak menyebar ke warga lain yang sama-sama menjadi korban banjir. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: