RABU, 28 SEPTEMBER 2016 

SAMPANG --- Banyaknya sekolah yang berada di lokasi rawan banjir di Wilayah Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, membuatDinas Pendidikan (Disdik) daerah setempat memberikan khusus. Sehingga apabila saat terjadi banjir sekolah yang ada terendam, pihak sekolah diberi kewenangan untuk menentukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang terpaksa harus meliburkan siswanya.

Suasana sekolah yang sedang terendam banjir
Pada saat terjadi bencana banjir, kebanyakan sekolah dari berbagai daerah di wilayah kota ini terendam, sehingga terpaksa pihak sekolah meliburkan para siswanya. Karena jika dipaksakan melaksanakan aktifitas kegiatan belajar di khawatir terjadi hal-hal yang tidak inginkan, sebab ketinggian air yang menggenangi sekolah tersebut sangat mengkhawatirkan.

“Kami memang memberikan kebijakan khusus bagi sekolah yang menjadi dampak banjir, maka apabila sekolah sedang tergenang nantinya kepala sekolah bisa mengeluarkan kebijakan mengenai aktifitas kegiatan belajar. Sehingga mereka bisa memberikan kebijakan meliburkan siswa jika rendaman banjir sangat mengkhawatirkan” kata Arif Budiansor, Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Rabu (28/9/2016).

Disebutkan, bahwa meskipun berbagai sekolah sudah diberi kebijakan khusus bukan berarti harus mengurangi kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tetapi kegiatan belajar siswa tetap harus dioptimalkan supaya tidak mengurangi kualitas pendidikan siswa yang ada di sekolah tersebu. Sementara untuk kebijakan meliburkan siswa pada saat sekolah terendam banjir itu merupakan kebijakan khusus yang penuh pertimbangan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bersama.


“Jadi ketika terjadi banjir pihak sekolah diberi kewenangan menentukan ada tidaknya aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sebab pihak sekolah yang mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan” jelasnya.

Kebijakan khusus yang diberikan kepada sekolah itu hanya diberlakukan ketika pada saat terjadi bencana banjir saja, dilain itu tidak ada lagi kebijakan khusus mengenai aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu guna mempermudah pihak sekolah mengambil kebijakan ketika kondisi banjir sudah tidak memungkin, supaya dalam mengambil kebijakan tersebut tidak harus lagi melaporkan ke dinas terkait. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: