RABU, 7 SEPTEMBER 2016
  
SUMENEP --- Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan sampai saat ini masih belum ada hewan kurban di daerah ini yang berpenyakit, sehingga ternak yang ada di diberbagai stan penjualan maupun pasaran masih terbilang aman dan layak konsumsi. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan kesehatan terhadap kurban yang ada, namun belum ditemukan satupun yang berpenyakit maupun membahayakan.

Suasana petugas dari Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumenep sedang memeriksa hewan kurban
Sampai sekarang masyarakat yang hendak membeli hewan kurban di stan pejualan maupun pasar ternak tidak perlu khawatir adanya penyakit yang membuat ternak tersebut tidak layak konsumsi. Karena dari sekian kali melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban tersebut masih belum ada yang terserang penyakit membahayakan, sehingga daerah ini masih terbilang aman dari penyakit hewan.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang ada di daerah ini sampai sekarang masih ditemukan hewan yang berpenyakit, sehingga keberadaan hewan kurban di daerah ini dapat dipastikan layak konsumsi. Untuk sementara masyarakat yang hendak membeli hewan kurban jangan merasa khawatir,” kata Khaeru Ahmadi, Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumenep, Rabu (7/9/2016).


Disebutkan, bahwa apabila nantinya ada hewan kurban yang terserang penyakit, ia meminta kepada para penjual agar memisahkan kambing maupun yang sakit guna menjalani perawatan kesehatan khusus. Sehingga penyakit yang diderita hewan tersebut tidak menular ke hewan lainnya, apalagi penyakitnya sangat membahayakan kepada manusia ketika hewan itu dikonsumsi.

“Alhamdulillah tidak ditemukan penyakit yang berbahaya, bahkan yang tidak berbahaya pun bisa terpantau dan terkendali. Jadi kami menghimbau kepada seluruh masyrakat di daerah ini untuk memilih ternak kurban yang baik yang sehat, supaya pada saat dikonsumsi tidak merasa khawatir,” jelasnya.

Masyarakat juga diharapkan apabila menemukan tanda-tanda penyakit terhadap hewan kurban yang telah ia beli, maka segera melapor ke petugas Dinas Peternakan (Disnak) daerah untuk diberi pengobatan. Karena penyakit hewan perlu penanganan cepat agar penyakitnya tidak semakin parah dan membutuhkan penyembuhan dengan waktu lama.

Sejak saat ini sampai hari lebaran kurban nanti, pihaknya akan rutin memantau hewan kurban baik yang di jual dipasaran maupun yang di jajalkan di stan-stan penjualan hewan kurban. Sehingga dapat memastikan kondisi hewan yang akan di jadikan kurban tersebut dalam kondisi sehat dan aman di konsumsi manusia. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: