SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

SOLO ---Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Karangayar, Jawa Tengah, memperketat pengawasan terhadap penjualan hewan qurban musiman. Langkah ini dilakukan karena keberadaan hewan qurban yang tak layak disembelih masih marak dijual-belikan.



Staf Bidang Kesehatan Hewan, Disnakan Karangayar Fathurrahman mengatakan, dalam pemantau hewan qurban tahun ini, masih ditemukan banyak yang belum memenuhi syarat sebagai hewan qurban. Baik dari usia maupun yang diketahui sakit mata atau yang lebih dikenal dengan pink eyes.

 “Cukup banyak yang kita temui. Dari 4 pedagang yang kita priksa lebih dari separo kambingnya belum cukup umur,” ujarnya disela-sela pemeriksaan hewan qurban, kepada Cendana News, Selasa siang (6/9/16).

Disebutkan, selama pemeriksaan kali ini, petugas memeriksa lebih dari 100 ekor kambing milik pedagang musiman yang berada di pinggir Jalan Solo- Sragen tersebut. Ironisnya, lebih dari 50 persennya belum layak disembelih untuk hewan qurban. Adanya temuan ini, petugas meminta pedagang tidak memaksakan untuk tetap dijualbelikan untuk qurban. 



“Kita minta untuk yang belum cukup umur dipelihara dulu atau kalau tidak dijual tapi bukan untuk hewan qurban. Sementara yang sakit, kita sarankan agar diobati dulu sampai sembuh baru dijual,” terangnya.

Dalam pemeriksaan hewan qurban kali ini, petugas juga memberikan tanda khusus terhadap kambing yang sudah layak untuk hewan qurban. Tanda berupa surat keterangan dari Disnakan Karanganyar ini yang menyebutkan hewan tersbeut sudah diperiksa kesehatannya dan usianya sudah layak untuk qurban. 

“Untuk masyarakat yang akan membeli sebaiknya lebih teliti. Utamakan yang sehat dan cukup umur, agar qurban lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu penjual hewan qurban, Suparto menyatakan, hewan qurban yang diketahui tidak layak jual tersebut akan dipelihara sampai sembuh. Sebab, warga Sroyo, Jaten, Karanganyar itu mengaku, selain berjualan musim lebaran qurban, dirinya juga berjualan rutin di Pasar Hewan Semanggi, Solo.

“Kambing ini baru datang dari Wonogiri, oleh karena itu belum tau berapa yang belum cukup umur. Jika memang tidak boleh dijual untuk qurban, akan saya pelihara dulu karena anak saya juga jualan kambing di Solo,” pungkasnya. (Harun Alrosid)
Bagikan:

Redaksi Cendana News

Berikan Komentar: