JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

SANGGAU --- Pemanfaatan lahan tidur atau tidak dipakai membuahkan hasil maksimal oleh masyarakat  di Dusun Bungkang Desa Lumut Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Lahan seluas 30 hektar ini sebelumnya tidak pernah disentuh sama sekali oleh masyarakat setempat. Karena, dianggap tidak membuahkan hasil. Akan tetapi, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut ternyata lahan tidur ini bisa digunakan menjadi lahan persawahan.


Buktinya adalah hari ini, Jumat, 9 Septermber 2016, panen raya pun tiba. Butuh 3 bulan saja untuk membuahkan hasil berupa padi yang ditanam masyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau Letnan Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa melakukan panen perdana di Dusun, Bungkang Desa Lumut Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, tema panen raya kali ini "Panen Raya Damfarm Padi Mendukung Upsus Pajale". Dalam satu hektar ini membuahkan hasil padi seberat 4 hingga 5 ton.

“Panen raya ini untuk memberikan semangat kepada seluruh petani yang berada di wilayah Kecamatan Toba.  Dengan hasil panen yang bagus bisa meningkatkankan kesejahteraan masyarakat,” kata I Gusti Agung Putu Sujarnawa.

Dikatakan, dengan lahan yang sudah ada sekarang para petani dalam mengelolah lahan lebih baik lagi. “Dan yakinlah akan bisa hidup sejahtera bila hasil panen dapat memuaskan. TNI akan selalu siap mendampingi para petani untuk melaksankan pengelolaan sawah karena swasembada pangan merupakan program pemerintah,” ucapnya.

Dirinya berharap, masyarakat dapat mengelola lahan yang ada tanpa ada lagi pembakaran hutan atau lahan karena sudah ada larangan dari pemerintah pusat.


Sementara itu menurut Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot program pemerintah soal swasembada pangan ini tujuannya adalah mensejahteraan rakyat .

“Kelompok  tani didukung oleh Dinas Pertanian menentukan bibit padi yang akan ditanam nantinya agar hasil panen nanti lebih memuaskan. Apabila ada kendala atau kesulitan dalam melaksanakan penanaman padi agar petani jangan ragu untuk bertanya ke PPL dan lebih giat untuk memaksimalkan bercocok tanam padi. Saya mengharapkan masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk pembukaan lahan sawah agar tidak terjadi kabut asap yang berakibat fatal bagi masyarakat luas,” ucapnya. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: