KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Hujan dengan intensitas tinggi hingga sedang dari tengah malam sampai subuh mengakibatkan Ponorogi dikepung banjir kiriman air dari gunung. Usai diterjang banjir yang melintas di Desa Kunti Kecamatan Bungkal Ponorogo, sejumlah petani mengeluhkan tanaman mereka yang dipastikan gagal panen. Bagaimana tidak usai terendam dan tersapu banjir jenis tanaman seperti jagung, cabai dan padi ambruk sejajar dengan tanah.


Partimah (60 tahun) menjelaskan dirinya sudah tidak mengharapkan hasil dari panen jagungnya. Padahal dirinya sudah menghabiskan Rp 2 juta untuk modal sekaligus biaya perawatan.

"Mau bagaimana lagi sudah terlanjur kena banjir kemarin sekarang rusak semua jagung saya," ujarnya kepada Cendana News di lokasi, Kamis (29/9/2016).

Menurutnya, Partimah menderita kerugian hingga jutaan. Pasalnya harga jual jagung kering saat ini mahal mencapai Rp 4 ribu per kilogram akibat pasokan jagung yang sulit dari petani.

Kejadian ini ternyata juga menimpa Sri Widodo (45 tahun) saat lahan cabainya terendam banjir kemarin. Banyak dari tanaman cabainya yang pupus dan mati. Lahan cabai miliknya terendam air setinggi 1 meter.


"Batangnya membusuk dan daunnya melinting padahal kurang sebulan lagi seharusnya panen," jelasnya.

Dirinya sudah pasrah dengan keadaan ini. Meski berharap ada uluran tangan dari pemerintah sekedar bantuan benih. Namun hingga saat ini tidak ada bantuan dari pemerintah.

Ia pun berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo harus segera membangun tanggul di Bungkal agar kejadian serupa tak terulang. 
(Charolin Pebrianti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: