MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

BALI ---‎ Aktivis Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) kembali turun ke jalan. Kali ini mereka menggelar aksi kirab Bendera Merah Putih memperingati 110 tahun Puputan Badung. Koordinator ForBALI, I Wayan Suardana menuturkan, selain memperingati Puputan Badung, acara ini juga digelar untuk memperingati Hari Maritim Dunia yang jatuh pada 23 September.


‎Selain itu, Gendo menyebut aksi ini juga dihelat untuk menampik sejumlah tudingan yang dialamatkan kepada forum yang dipimpinnya.‎ Padahal, sejumlah tudingan tersebut memang bermula dari aktivis ForBALI sendiri yang mengunggah postingan di Facebook yang bernada separatisme.

"Kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mempelintir gerakan ini gerakan separatis, anti NKRI, anti Pancasila, anti Merah Putih, ini jawaban riil dari itu," ujar Suardana, Minggu 25 September 2016.

‎Pada kesempatan itu, aktivis ForBALI membawa 110 bendera Merah Putih. Kirab bendera ini diakhiri dengan sembahyang bersama di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar. Adapun rute yang dilalui dalam kirab bendera sejauh 11 kilometer ini Jalan Udayana, Jalan Sutoyo, Jalan Sudirman, Pasar Sanglah, Jalan Raya Sesetan, Simpang Pesanggaran, By Pass I Gusti Ngurah Rai dan Pulau Serangan.

"Yang penting rakyat bergerak dari titik nol Kota Denpasar ke Serangan hampir 12 kilometer kita semua jalan kaki dan kita sanggup" ‎kata pria yang karib disapa Gendo itu. ‎Kirab Bendera itu sendiri berlangsung dengan sistem estafet. Ada tiga titik pergantian yakni di depan SMA 2 Jalan Sudirman Denpasar, depan sekolah Widya Harapan, Jalan Raya Sesetan dan depan Hardys Sesetan, Jalan Raya Sesetan.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: