JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Pasca robohnya patung Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) pada Kamis sore kemarin (8/9), Anggaran perbaikan patung harus dilakukan meski kondisi keuangan APBD kota Balikpapan mengalami defisit. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, Jumat (9/9/2016).


Menurutnya, Monpera menjadi salah satu icon kota yang menandakan adanya pergerakan perlawanan rakyat pada masa kolonial Belanda. Karena itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan langkah perbaikan.  Jika APBD tidak memungkinkan maka perlu urun rembuk bantuan dari masyarakat.

"Kita hitung dulu berapa kira-kira biayanya. Tapi kalau ditaksasi APBD tidak cukup, kita perlu bantuan masyarakat hingga perusahaan berupa sumbangan," serunya.

Kondisi defisitnya anggaran diperlukan keterlibatan masyarakat. Namun yang dilakukan pihaknya yakni meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan perhitungan kembali biaya perbaikan patung Monpera.

Untuk diketahui, Tiga patung pejuang berdiri kokoh. Patung itu menjulang tinggi sekitar 20 meter ke angkasa. Pejuang di patung itu memegang senjata berbeda: mandau, talawang perisai Dayak, bambu runcing, dan senapan. Tampak mengibarkan bendera yang sudah terkoyak.


Patung inilah yang menjadi ikon Monumen Perjuangan Rakyat Balikpapan. Tiga patung pejuang itu menggambarkan bersatunya masyarakat dari pelbagai latar belakang untuk melawan penjajah. Tingginya nilai historis peristiwa itu menjadi pangkal peresmian Monpera.

Sementara itu, pasca robohnya patung Monpera tersebut banyak warga yang yang melihat. Dan hari ini (9/9) patung sudah diangkat dari Monpera oleh DPU.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: