MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Kecamatan Penengahan yang berada di kaki Gunung Rajabasa merupakan salah satu desa dari sekian ratus desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Berada di sekitar gunung mengakibatkan potensi wisata air terjun terdapat di wilayah ini dengan pemandangan yang cukup memanjakan mata terutama bagi pecinta wisata alam dan petualangan. Selain memiliki destinasi wisata alam berupa pemandangan alam yang indah terutama dari lereng Gunung Rajabasa tepatnya di Desa Way Kalam, pengunjung bisa melihat dengan jelas Pulau Jawa saat kondisi cuaca sedang cerah. Potensi wisata tersebut bisa dijumpai saat akan menuju ke salah satu destinasi wisata air terjun Way Kalam di Desa Way Kalam dan air terjun (curug) Layang di Desa Tanjung Heran.


Dua lokasi wisata air terjun tersebut merupakan potensi wisata dalam satu kecamatan yang hingga saat ini kerap dikunjungi oleh para pengunjung terutama wisatawan lokal. Pengunjung kerap mengunjungi tempat wisata terutama pada akhir pekan dan saat libur panjang dengan semakin bagusnya infrastruktur jalan penunjang tempat wisata yang menyajikan keindahan alam dan kesejukan.

1. Air Terjun Way Kalam

Air terjun Way Kalam terletak di Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan yang merupakan salah satu desa tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi yang berada di ketinggian tersebut membuat suasana pantai Laut Jawa dan Selat Sunda bisa terlihat dan saat malam hari lampu lampu dari kota Cilegon bisa terlihat dengan jelas seakan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa hanya sepandangan jauhnya. Desa yang mayoritas dihuni suku Lampung dan Suku Sunda, Jawa Serang (Jaseng) tersebut menawarkan keramahan bagi pengunjung yang datang di desa tersebut ditambah dengan keberadaan air terjun yang dikenal dengan Curug Way Kalam.


Curug Way Kalam sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu sebagai lokasi habitat berbagai jenis primata, burung burung serta satwa lain yang menyajikan suara suara khas. Lokasi yang berada di hutan register Gunung Rajabasa tersebut merupakan lokasi yang masih terjaga keasriannya dengan kayu kayu besar dan tinggi.

"Kalau masih pagi pengunjung bisa menikmati suasana burung burung berkicau di pagi hari dan kera atau monyet yang mencari makan di sekitar air terjun beberapa siamang juga sering bergelantungan di pohon pohon setempat,"ungkap Andi warga Desa Way Kalam kepada Cendana News, Minggu (4/9/2016).

Suasana yang masih berada di kawasan pengawasan hutan lindung tersebut membuat suasana asri masih terlihat. Meski demikian untuk menunjang sektor pariwisata infrastruktur jalan dengan onderlagh masih bisa dilalui dengan kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Beberapa kilometer jalan dibangun dengan menggunakan rigid semen untuk bisa dilalui kendaraan roda dua. Selain mengarah ke lokasi air terjun Way Kalam, jalan rigid dengan total panjang 60 kilometer juga dibangun ke beberapa kawasan dan digunakan petugas penjaga kawasan hutan lindung untuk memantau kondisi  Gunung Rajabas.

Pengunjung tak perlu kuatir karena lokasi air terjun Way Kalam disediakan tempat parkir kendaraan yang nyaman dan dikelola oleh pemuda anggota Karang Taruna setempat. Cukup mengeluarkan uang parkir sebesar Rp.10ribu dipastikan kendaraan yang dibawa akan dijaga dengan aman sekaligus pengunjung bisa menikmati kopi panas produk asli desa setempat yang bisa diseduh setelah mandi di dinginnya air terjun Way Kalam.

Pengunjung bisa mencapai lokasi air terjun dengan cara menuruni jalan setapak yang memiliki tangga dan pegangan dari kayu dan bisa menyusuri sungai dan tebing batu. Air terjun setinggi kurang lebih 30 meter dengan beberapa tingkat akan dijumpai setelah perjalanan kurang lebih 30 menit. Pengunjung rata rata merasakan kesejukan dengan air dingin yang nyaris seperti air di dalam kulkas. Kegiatan mandi, berswa foto merupakan kegiatan wajib yang bisa dilakukan di tempat ini dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tak merusak alam.


2. Air Terjun Curug Layang

Lokasi wisata bernuansa alam kedua yang masih ada di Kecamatan Penengahan terletak di kampung Jati, Desa Tanjungheran. Lokasi yang berada di kaki Gunung Rajabasa ini sama halnya dengan lokasi yang pertama air terjun Way Kalam memiliki pemandangan alam yang cukup indah. Melewati sawah sawah milik penduduk sekitar, pengunjung hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua yang akan dititipkan di lokasi penitipan kendaraan dengan biaya sebesar Rp10ribu dan selanjutnya pengunjung bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Lokasi yang ditempuh dengan cara jalan kaki ini menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh anggota Pramuka dan pecinta alam.

Aji, salah satu pembina Pramuka di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan mengaku menjadikan lokasi ini untuk kegiatan hiking dan kegiatan kenaikan tingkat dengan kegiatan pencarian jejak serta kegiatan kepramukaan lain. Sekaligus berwisata, kegiatan hiking memperkenalkan peserta untuk lebih mencintai alam dan mendekatkan diri dengan alam.

"Lokasi air terjun curug layang memang sejuk dan tidak terlalu terjal untuk mencapainya sehingga sering dikunjungi terutama oleh anak anak muda yang ingin menikmati kesejukan airnya,"ungkap Aji.

Aji juga mengaku keistimewaan curug layang diantaranya masih cukup alami dan bahkan hanya dikunjungi oleh penikmat wisata khusus diantaranya pecinta alam. Akses jalan yang sudah diperbaiki dengan jalan beraspal dan jalan cor rigid semakin memudahkan pengunjung berwisata di air terjun curug layang tersebut. Aji mengaku belum adanya fasilitas pendukung seperti tempat bilas, lokasi untuk istirahat membuat pengunjung benar benar bisa menikmati suasana alami untuk menikmati kesejukan air terjun setinggi 20 meter tersebut.

Dua lokasi wisata air terjun tersebut terus dikembangkan oleh pemerintah setempat dengan manambah tanda tanda penunjuk arah dan memperbaiki infrastruktur pendukung. Khusus untuk lokasi wisata air terjun Way Kalam pengunjung menggunakan kendaraan roda empat bahkan sudah bisa memarkirkan kendaraannya di dekat air terjun sementara untuk air terjun curug layang pengunjung mesti berjalan kaki untuk bisa menikmati kesejukan air yang mengalir dari kaki Gunung Rajabasa tersebut.

Kesamaan dua lokasi wisata tersebut diantaranya sebagai tempat untuk menikmati kesejukan dan keheningan. Selain itu sumber air yang terus mengalir bahkan di saat musim kemarau dimanfaatkan warga sebagai sumber mata air bersih dengan cara membuat bendungan kecil dan mengalirkan air ke pemukiman warga dan sebgaian digunakan sebagai pengairan untuk lahan pertanian. Kecamatan Penengahan cukup beruntung dianugerahi wisata alam yang juga bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar berupa air terjun.

Kedua lokasi tersebut bisa ditempuh dengan perjalanan waktu sekitar 1,5 jam baik dari ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda maupun dari arah Bakauheni. Pecinta fotografi dan hobi jalan jalan bisa menjadikan lokasi ini sebagai destinasi pilihan untuk menikmati akhir pekan dan masa liburan.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: