RABU, 14 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Sebanyak 2.100 kilogram atau sebanyak 10.000 ekor dalam 210 kotak daging itik beku tanpa dokumen diamankan oleh petugas balai karantina pertanian (BKP) kelas I wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni Lampung. 


Berdasarkan keterangan pihak BKP Bakauheni truk berpendingin thermo king benomor polisi B 9309 UXR tersebut diamankan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni saat petugas karantina melakukan pemeriksaan rutin di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni untuk melakukan pemeriksaan lalulintas media pembawa organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK).

Drh Azhar,penanggungjawab kantor BKP wilker Bakauheni mengungkapkan truk berpendingin tersebut berisi sekitar 2 ton daging itik beku jenis bebek peking yang merupakan impor dari Malaysia dan akan diperjualbelikan di wilayah Jakarta. Berdasarkan keterangan sopir, Herbert Siburian, truk bermuatan 2 ton dari Kawasan Industri Medan (KIM) Medan Provinsi Sumatera Utara tujuan Ancol Jakarta Utara.


Itik beku dalam truk tersebut berdasarkan keterangan merupakan milik Jefry Tanuj warga Jalan Veteran Medan yang akan dikirim ke Harry di Pergudangan wilayah Ancol. Diduga ribuan ekor itik beku tersebut akan diperjualbelikan di wilayah Jakarta dan hanya ditemukan surat rekomendasi dari dinas peternakan Sumatera Utara dan tanpa ada SKKH.

“Setelah kami periksa tidak kami temukan dokumen untuk pengiriman daging bebek tersebut sehingga truk beserta sopir kami amankan di kantor karantina pertanian untuk dimintai keterangan,”ungkap Drh Azhar saat dikonfirmasi di kantor BKP Bakauheni Cendana News,Rabu (14/9/2016)


Ia mengungkapkan pengiriman daging itik tersebut diantaranya rekomendasi impor berupa surat izin penerimaan, Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten setempat dan surat izin pengeluaran dari wilayah Medan Sumatera Utara ke tujuan Jakarta Utara.

Menurut Drh Azhar pengamanan daging itik tanpa dokumen tersebut dilakukan sesuai Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan. Akibat dokumen yang tidak lengkap dan diduga palsu tersebut kendaraan truk berpendingin tersebut kini diamankan di kantor BKP Bakauheni.


Ia mengaku lalulintas media pembawa organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK) antar pulau melalui Pelabuhan Bakauheni dari beberapa wilayah di Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa terus ditingkatkan pengawasannya terutama dengan semakin banyaknya pengiriman HPHK melalui Pelabuhan Bakauheni.

Dari data BKP Bakauheni terjadi aktivitas peningkatan volume lalulintas media pembawa OPTK/HPHK  dari jumlah pengiriman beberapa komoditas pertanian dan hewan yang tercatat di kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: