RABU, 7 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Keluarga korban I Wayan Mirna Salihin akhirnya memberikan penjelasan terkait dengan latar belakang dan alasan mengapa tidak pernah dilakukan tindakan pemeriksaan jenazah bagian dalam atau yang dikenal dengan istilah otopsi terhadap jenazah Wayan Mirna di Rumah Sakit Polri Dr. Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur

Edi Darmawan Salihin sempat menunjukkan foto-foto jenazah I Wayan Mirna Salihin
Dalam persidangan "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso belakangan terungkap bahwa Jenazah Wayan Mirna faktanya memang tidak pernah dilakukan tindakan otopsi. Jenazah Wayan Mirna diketahui hanya sempat dibedah pada bagian perutnya untuk mengambil sampel cairan yang ada pada bagian lambungnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wayan Mirna Salihin dinyatakan meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu petang, tanggal 6 Jamuari 2016, sekitar pukul 18:00 WIB. Sebelum meninggal dunia, Wayan Mirna diketahui sempat ngopi bareng bersama Jessica Kumala Wongso dan Hani Juwita Boon di Cafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Edi Darmawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin mengatakan "Jenazah Wayan Mirna pada waktu berada di RS. Polri Soekanto memang sempat dibedah bagian perutnya untuk mengetahui apakah ada kandungan Kopi yang bercampur Sianida dalam lambungnya, maka kemudian diambillah oleh tim dokter Forensik sebagian sampel cairan yang ada pada lambungnya" katanya kepada wartawan di PN Jakarta Pusat, sebelum persidangan dimulai, Rabu pagi (7/9/2016).

"Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah Wayan Mirna, saya ditemani oleh Kombes Pol. Dr. Musyafak, seorang dokter ahli Forensik dari RS. Dr. Soekanto dan Kombes Pol. Krishna Murti, yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, menurut saran dan pendapat mereka tidak perlu dilakukan tindakan otopsi terhadap jenazah Wayan Mirna, mereka bilang cukup dibedah pada bagian perutnya untuk mengambil sampel cairan pada lambungnya" demikian kata Edi Darmawan Salihin.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: