KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Camat Tanjung Bunga kabupaten Flores Timur (Flotim) Ramon Mandiri Piran berharap agar pemerintah kabupaten Flotim, Provinsi NTT maupun pemerintah pusat bisa memperhatikan akses transportasi dan komunikasi untuk 4 desa di kecamatan Tanjung Bunga yang masih terisolir.

Jalan menuju 4 desa di ujung timur pulau Flores yang kondisinya memprihatinkan
Keempat desa tersebut yakni Aransina, Laton Liwo, Laton Liwo II dan Patisirawalang yang berada di ujung timur pulau Flores saat musim hujan kendaraan tidak bisa melewati jalan tanah sehingga praktis hanya mengandalkan transportasi laut.

“Tapi kalau gelombang besar, kapal laut yang berlayar seminggu dua kali ke Kota Larantuka juga otomatis tidak berlayar,” ujar Ramon.

Pernyataan Ramon ini disampaikan saat memberikan penjelasan kepada bupati Flotim Emanuel Kara ,SH saat serah terima 3 mantan korban penyanderaan kelompok teroris Abu Sayaf asal desa Laton Liwo di kantor desa Laton Liwo, Rabu (28/9/2016).

Ditambahkannya, dana yang mengucur ke 16 desa di kecamatan Tanjung Bunga sebesar 16 miliar rupiah dan dari total dana tersebut, dana desa berjumlah 9 miliar rupiah. Untuk desa Laton Liwo sendiri sambungnya,untuk tahun 2016 mendapat dana sebesar ± 1 miliar rupiah.

“Akses transportasi cukup sulit dan keempat desa ini hanya bisa dijangkau saat musim kemarau saja,” terangnya.

bupati Flotim,Emanuel Kara,SH
Bila akses transportasi lancar sambung Ramon, tentu masyarakat di keempat desa tersebut bisa menjual komoditi pertanian dan perkebunan serta ternaknya ke Kota Larantuka. Pihak desa dan kecamatan selalu memperjuangkan agar akses jalan bisa diperbaiki.

Bupati Flotim, Emanuel Kara ,SH pada kesempatan tersebut juga mengakui hal ini. Meski hanya bupati dan masa kerja hanya setahun, dirinya berjanji akan memperjuangkannya ke DPRD Flotim dan juga ke provinsi NTT agar keluhan warga bisa diakomodir. Eman mengatakan selama perjalanan dirinya melihat potensi pertanian di 2 desa yang dilewati sangat menjanjikan.

“Permintaan ini akan saya sampaikan dan perjuangkan agar masyarakat di keempat desa ini tidak terisolir lagi. Apalagi jaringan listrik juga tidak ada sehingga kondisi wilayah ini sangat memprihatinkan” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News saat melintasi jalan ini kembali bersama rombongan bupati Flotim saat mengantar korban penyanderaan, kondisi jalan sudah lebih baik. Batu-batu besar yang menghalangi jalan sudah dicongkel serta beberapa ruas jalan yang terputus sudah ditimbun tanah dan batu.

Meski demikian, perjalanan ke desa Laton Liwo tempat ketiga mantan sandera kelompok teroris Abu Sayaf berasal masih membutuhkan waktu 2 jam lebih dari Waiklibang ibukota kecamatan Tanjung Bunga yang berjarak 28 kilometer.
(Ebed de Rosary) 
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: