RABU, 28 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Pengaruh musim penghujan yang mulai mengguyur wilayah Lampung dengan intensitas hujan yang mulai tinggi sejak sebulan terakhir berdampak pada harga kebutuhan pokok jenis sayur mayur di sejumlah pasar tradisional. 


Dampak tersebut diakui oleh seorang pedagang sayuran di pasar tradisional Pendowo Kecamatan Ketapang, Sri Mulyani (34) yang mengaku harga sayur mayur mau tidak mau tergantung pasokan. Sementara kondisi hujan yang sering terjadi pada beberapa pekan terakhir mengakibatkan petani mengalami hasil panen sayur yang cukup jelek diantaranya busuk akibat pasokan air terlalu banyak dan pasokan sayur menurun. Dampaknya harga dari tingkat petani sudah mulai kenaikan dan berimbas pada harga jual di pasar tradisional.

Menurut Sri Mulyani saat ditemui Cendana News di pasar tradisional tersebut, harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 perkilogram sekarang naik menjadi Rp45.000 perkilogram. Demikian juga dengan harga tomat dan kubis yang harganya bergerak dari Rp7.000 dan Rp3.000 menjadi Rp9.000 dan Rp5.000 perkilogramnya.


Selain banyak yang mengalami kenaikan beberapa komoditi sayur mayur lain juga mengalami kenaikan. Beberapa komiditi sayur tersebut rata rata merupakan komoditi yang didatangkan dari luar daerah terutama dengan kondisi musim penghujan yang sebagian merusak tanaman sayur mayur milik petani dan distribusi barang yang terlambat.

Meski dominan mengalami kenaikan namun tetap ada beberapa komoditas sayur mayur yang mengalami penurunan harga. Diantaranya wortel yang sebelumnya Rp7.000 menjadi Rp6.000 kilogram dan terong dari Rp4.000 menjadi Rp3.000 perkilogram.

Selain harga sayur yang mengalami perubahan, harga buah juga terpengaruh dengan mulai datang musim hujan. Harga buah mangga arum manis kini Rp20.000 perkilogram dari harga normal Rp10.000-Rp12.000, melon harga 8.000 perkilogam dari sebelumnnya Rp6.000 perkilogram. Semangka dari harga normal Rp3.500 menjadi Rp5.000 dan jeruk besar dari harga Rp13.000 menjadi Rp15.000. Sementara harga buah anggur merah perkotak (10 kilogram) menjadi Rp700.000 dari sebelumnya Rp450.000, sedangkan anggur hijau menjadi Rp600.000 dari Rp350.000, dan anggur hitam menjadi Rp900.000 dari Rp800.000.


Salah satu pedagang lain, Juminah (34) mengungkapkan salah satu faktor yang menentukan harga sayur adalah hujan khususnya di wilayah Lampung dan sekitarnya. Hal tersebut mengakibatkan stok pengiriman dari petani berkurang atau bahkan membludak untuk komoditi tertentu. Akibat lainnya adalah kualitas barang yang menurun. 

"Naik turunnya harga itu disebabkan karena stok hasil pertanian yang semakin minim dan tidak bisa dipungkiri faktor hujan sangat menentukan" ungkapnya.

Juminah mengakui kenaikan harga akan terus terjadi setiap hari. Sebab menurut informasi hasil produksi petani sayur cukup terganggu selama musim hujan bahkan di beberapa wilayah mengalami gagal panen karena terjangan banjir. Ia mengungkapkan selama pasokan stok hasil pertanian banyak maka harga pasar akan menurun sebaliknya ketika pasokan hasil pertanian minim maka harga akan naik.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: