KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Lembaga Penguatan dan Pelestari Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta, menggelar Pagelaran Seni bertajuk 'Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh' di Pendopo Jogja National Museum, Kamis (29/9/2016).

Tarian Greget Sengguh Ora Mingkuh
Gelar seni dan pameran yang diselenggarakan sebagai salah satu upaya perwujudan era renaisance atau abad pencerahan yang digaungkan oleh Sultan Hamengku Buwono X, diikuti oleh 17 komunitas dan lembaga yang selama ini dinilai memiliki peran nyata dalam mengimplementasikan semangat hamemayu hayuning bawono atau memelihara dan melindungi kelestarian alam.

Ketua panitia penyelenggara, Widhi Hasto Wasana Putro, dalam keterangannya mengatakan, pagelaran itu diadakan juga sebagai respon atas amanat Sultan HB X terkait dengan Keistimewaan DIY dalam rangka menyongsong masa depan Yogyakarta melalui pendidikan, pariwisata, ekonomi, pangan, energi, teknologi, kesehatan, keterlindungan warga serta tata ruang dan lingkungan.

Dalam gelar budaya bertajuk sawiji greget sengguh ora mingkuh yang berarti konsentrasi, semangat, percaya diri, rendah hati, dan bertanggung jawab itu ditampilkan sebuah tarian tradisional yang dikemas dengan kolaborasi seni tradisional dan modern, dengan iringan musik kolaborasi modern diiring macapatan atau tembang jawa yang disarikan dari nilai-nilai kawruh jiwa atau pengetahuan jiwa dari tokoh legendaris bangsawan Mataram, Ki Ageng Suryomentaram.

Stand Pelestari Penyu Pantai yang dipamerkan
Pagelaran Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh berlangsung hingga esok hari, menampilkan berbagai potensi daerah meliputi bidang pertanian dan teknologi, serta beberapa stand komunitas penggali nilai-nilai kearifan lokal seperi Komunitas Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram, komunitas pelestari penyu pantai dan sebagainya.

Melalui gelaran tersebut, diharapkan mampu memberikan pembelajaran bagi masyarakat luas, terutama bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: