MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Lampung dan sekitarnya terutama di sekitar Teluk Kalianda mengakibatkan beberapa pengelola pantai di pesisir Kalianda kewalahan akibat banyaknya sampah yang terbawa arus hingga ke bibir pantai. Gelombang tinggi diperkirakan mencapai 2-3 meter saat pagi hari dan mencapai 4 meter pada sore hingga malam hari mengakibatkan sampah sampah menepi di pantai sehingga petugas kebersihan harus bekerja keras membersihkan pantai sejak pagi hingga siang hari. 


Salah satu petugas pengelola pantai Embe yang merupakan bagian dari kawasan wisata Grand Elty Krakatoa Kalianda, Ibrahim (33) mengaku sejak pagi dirinya harus berjibaku membersihkan sampah di sepanjang pantai dan membawanya ke tempat sampah khusus.

Ibrahim mengaku, semenjak empat hari terakhir dirinya kewalahan memilah milah sampah yang terbawa gelombang hingga ke pesisir pantai yang didominasi sampah rumah tangga, sampah dari alam serta sampah dari laut. Sampah rumah tangga tersebut diantaranya berupa plastik, botol kaca, gelas plastik air mineral. Sampah tersebut bahkan diperkirakan mencapai volume hingga 2 ton lebih yang tersebar di sejumlah titik di pantai Embe.  

Upaya pembersihan dilakukan untuk menghindarkan pantai dari sampah dan sebagian bisa membahayakan pengunjung pantai yang memiliki pasir putih dan pemandangan ke arah gugusan Kepulauan Krakatau meliputi Pulau Sebesi, Pulau Sebuku dan Pulau Krakatau.

“Dalam beberapa hari ini kondisi angin cukup kencang dan bergelombang sehingga berbagai jenis sampah minggir ke pantai dan kita berusaha bersihkan karena sampah menepi justru saat akhir pekan ketika kunjungan wisatawan tinggi,”terang Ibrahim salah satu petugas kebersihan pengelola pantai Embe saat berbincang dengan Cendana News, Minggu (18/9/2016)

Akibat sampah yang menumpuk di tepi pantai dengan lebar mencapai lima meter membentang hingga ribuan meter membuat petugas kewalahan membersihkan dengan cara manual. Menggunakan karung dan ember yang digunakan untuk menampung sampah, Ibrahim mengaku harus berjibaku bersama sebanyak 7 orang pengelola yang sebagian juga fokus bertugas sebagai petugas keamanan, kebersihan dan petugas tiket.

Ibrahim mengungkapkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat saat akhir pekan dengan rata rata pengunjung mencapai 200 hingga 300 orang perhari dengan dominasi wisatawan lokal. Pengunjung datang ke pantai Embe menggunakan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dan pengunjung semakin banyak saat berkunjung secara berombongan rata rata menggunakan bus. Saat liburan panjang jumlah kunjungan bahkan bisa mencapai 500 hingga 1000 orang.

Pantai Embe merupakan salah satu destinasi wisata di Lampung Selatan yang banyak dikunjungi wisatawan saat akhir pekan dengan sajian pasir putih yang khas dengan beberapa fasilitas diantaranya gubuk gubuk untuk berteduh,ayunan,lapangan bola volley,area berenang dan danau konservasi yang merupakan kawasan hutan lindung untuk konservasi hutan mangrove.

“Selain menyajikan nuansa pantai dengan pasirnya yang putih di sini juga tersedia hutan lindung untuk menanam berbagai jenis tanaman bakau dan danaunya bisa digunakan untuk berolahraga kano”ungkapnya.

Ibrahim mengaku sampah sampah yang terbawa arus laut akibat gelombang dan angin kencang tersebut diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan ke depan. Meski demikian sampah sampah tersebut masih banyak yang berserakan di pesisir pantai Embe yang juga dibersihkan oleh para pemulung.

Salah satu pemulung pencari sampah plastik di pantai Embe, Joni (40) kondisi gelombang tinggi dan angin mengakibatkan sampah berbagai jenis menepi justru menjadi berkah tersendiri baginya. Sebagai pencari sampah ia mengaku mendapatkan sebanyak 2 kuintal sampah plastik berupa botol plastik dan sebagian botol kaca. Sampah sampah tersebut dikumpulkan di satu lokasi yang berada di pantai embe untuk selanjutnya dijual ke pengepul.

“Lumayan kalau dalam satu hari selama musim gelombang tinggi ini banyak sekali sampah yang sampai ke pantai dan ini menguntungkan bagi saya sebagai pemulung,”ungkapnya.


Sebagai pemulung yang mencari sampah di sekitar pantai ia bahkan dianggap membantu pengelola pantai Embe dengan cara membersihkan sampah yang ada di tempat wisata tersebut. Selain membersihkan sampah dirinya juga bisa mencari nafkah dengan membersihkan sampah di sekitar pantai.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: