SELASA, 13 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Keraton Kesultanan Yogyakarta menggelar Grebeg Besar memperingati Hari Raya Idhul Adha 1437 Hijriyah, Selasa (13/9/2016). Gunungan Grebeg Besar diarak dari Keben menuju Masjid Kauman, tempat diperebutkannya gunungan hasil bumi tersebut.

Berebut gunungan kakung Grebeg Besar
Meski secara nasional hari raya Idhul Adha telah berlangsung kemarin, namun Keraton Yogyakarta memiliki sistem kalenderisasi tersendiri yang berbeda. Namanya Kalender Sultan Agungan, dan menurut kalenderisasi tersebut hari raya Idhul Adha bagi Keraton Yogyakarta tahun ini jatuh pada hari ini, Selasa 13 September 2016.

Grebeg Besar yang merupakan peringatan hari kurban Keraton Yogyakarta, diawali dengan penyerahan hewan kurban berupa satu ekor sapi dari Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diserah-terimakan di Pendopo Pengulon dan diterima oleh Penghageng Kawedanan Pengulon Keraton, Kanjeng Raden Tumenggung Ahmad Kamaludiningrat, pada sekitar pukul 08.00 WIB.


Sesudah prosesi tersebut, persiapan gunungan grebeg besar mulai dilakukan di Bangsal Ponconiti Komplek Keben Keraton Yogyakarta. Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi yang tampak menyaksikan keluarnya prajurit pengiring gunungan grebeg, mengatakan, dalam Grebeg Besar tahun ini Keraton Yogyakarta mengeluarkan 6 buah gunungan.

Sementara itu, Pengageng Tepas Halpitopuro, Raden Riyo Lintang Hadiningrat menjelaskan, 6 buah gunungan itu terdiri dari 3 buah gunungan kakung, 1 gunungan putri, 1 gunungan darat dan 1 gunungan pawuhan. Menurutnya, ketiga gunungan kakung dikirim ke Masjid Gedhe Kauman, Puro Paku Alaman dan Kepatihan.

Grebeg Besar Keraton Yogyakarta mulai diarak keluar keraton sekitar pukul 10.00 WIB, diiring prajurit surokarso, nyutro, bugis, wirabraja dan lainnya. Grebeg Gunungan dipimpin Gusti Bendoro Pangeran Haryo Yudhaningrat, diarak dari Keben melalui Siti Hinggil, Pagelaran dan sejenak melakukan prosesi persiapan pemberangkatan di depan Bangsal Pagelaran Keraton di alun-alun Utara.


Tak lama kemudian, ditandai tembakan salvo prajurit, Grebeg Gunungan Besar diberangkatkan menuju halaman Masjid Gedhe Kauman. Warga dari berbagai daerah antusias berderet di sepanjang rute kirab, dan kemudian tumpah ruah di halaman Masjid Gedhe Kauman. 

Di halaman Masjid Gedhe Kauman itu, gunungan grebeg besar diterima oleh Penghageng Kawedanan Pengulon, KRT Ahmad Kamaludiningrat, yang kemudian memimpin doa. Namun seperti yang terjadi pada setiap prosesi grebeg gunungan, ribuan warga segera berebut gunungan grebeg beragam hasil bumi tersebut sebelum doa selesai dibacakan.

Kamaludingrat yang ditemui pagi sebelum berlangsungnya grebeg besar, mengatakan, Grebeg Besar Keraton Yogyakarta merupakan simbol sedekah dari sang raja kepada kawulonya. Grebeg gunungan itu sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah Allah, dan dalam prosesi doa itu dipanjatkan permohonan agar Sultan dan seluruh kerabat serta kawulonya selalu diberi panjang umur, kesehatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala bencana. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: