JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Ponorogo yang tidak memiliki wisata alam laut memilih menggunakan daya tarik wisatawan melalui seni budaya yang melimpah salah satunya dengan perayaan Grebeg Suro dan festival nasional Reog Ponorogo XXIII. Acara yang digelar setahun sekali dan di bulan Suro ini memiliki khas tersendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo
Seperti penampilan kesenian reog dari berbagai kota, kirab pusaka, larungan Telaga Ngebel dan ruwatan bumi Reog. Acara perayaan grebeg suro ini digelar mulai 25 September - 6 Oktober 2016.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko menjelaskan acara Grebeg Suro diharapkan bisa menjadi suatu industrialisasi wisata budaya yang dapat dijual.

"Konsep Grebeg Suro lebih baik bisa menarik wisatawan dan bisa berdampak ekonomi lokal," ujarnya saat ditemui Cendana News di Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Jumat (23/9/2016).

Meski diakui oleh Sapto setiap kegiatan pasti ada kekurangan, namun pihaknya yakin bisa melaksanakan acara ini dengan baik. Karena menurut data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) komponen pariwisata dan budaya indikator pertumbuhan sangat besar sekali dalam 4-5 tahun ini ditingkat daerah naik sebanyak 12% sedangkan tingkat nasional sebanyak 7%.

"Dari data itu kebudayaan bisa menjadi industrialisasi dan sekaligus mendongkrak kebutuhan ekonomi," jelasnya.

Menurutnya, saat ini penjualan tiket acara Grebeg Suro dari luar Kota Ponorogo sudah mencapai 8 ribu pemesan.

"Kalau sampai 10 ribu ini menunjukkan minat masyarakat luar kota untuk berkunjung ke Ponorogo," tandasnya.

Demi terus meningkatkan minat masyarakat berbagai persiapan dilakukan diantaranya bagian layout maupun sajian didalamnya.

"Keberadaan pedagang kaki lima pun harus ditertibkan sementara selama 10 hari direlokasi ke Tambak Bayan," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: