JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Gubernur Provinsi Aceh, Zaini Abdullah, mengaklaim pendidikan di daerah bekas konflik tersebut semakin membaik. Hal tersebut katanya ditandai dengan sejumlah program yang dilakukan pemerintah berjalan dengan baik.


“Kita bersyukur bahwa program-program tersebut dijalankan dengan baik. Sebagai contoh, dalam tiga tahun terakhir ini kita telah mengefektifkan 11 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang menangani berbagai jenis peningkatan mutu pendidikan,” katanya saat memimpin upacara Hari Pendidikan Daerah Aceh ke 57, di Banda Aceh, Jumat (1/9/2016).

Disebutkan, selama ini Pemerintah Aceh juga sudah melakukan peningkatan kapasitas ribuan tenaga pendidik dalam berbagai kompetensi. Dengan kehadiran guru-guru yang berkompeten, Aceh akan mampu melahirkan pelajar yang memiliki kreatifitas dan kecerdasan yang tinggi.

Dijelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mulai 1 Januari 2017, tanggungjawab pengelolaan pendidikan setingkat SD dan SMP ada di bawah koordinasi Pemerintah kabupaten/kota. Sedangkan Pemerintah Provinsi bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA dan Sekolah luar biasa.

Disebutkan, salah satu terobosan dibidang pendidikan yang dilakukan Pemerintah Aceh adalah program beasiswa yang diberikan kepada anak-anak Aceh. Hingga 2015, Pemerintah Aceh mengklaim telah memberikan besiswa kepada hampir 3.000 anak Aceh.

“Dalam upaya memajukan pendidikan Aceh, sampai dengan 2015, sudah ada 2.989 putra-putri Aceh yang menerima beasiswa penuh Pemerintah Aceh,” ujar Zaini Abdullah.

Ia mengatakan, anak Aceh para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikan di berbagai negara. 

“Di antaranya saat ini sedang menuntut ilmu di berbagai belahan dunia, antara lain, untuk bidang agama, penerima beasiswa tersebar di Mesir, Sudan, Tunisia, Arab Saudi, Yordania, Qatar dan Maroko,”  katanya.

Sementara untuk berbagai disiplin ilmu umum, ia melanjutkan, para mahasiswa Aceh penerima beasiswa tersebar di di Jerman, Inggris, Belanda, Turki, Italia, Rusia, Francis, Spanyol, Finlandia, Amerika, Australia, Taiwan, Thailand,  Jepang, China, Malaysia, Singapura, dan India.

Selain itu, ia juga mengatakan, Pemerintah Aceh juga memiliki program beasiswa yang dikhususkan untuk anak yatim. 

“Perhatian bagi pendidikan anak yatim juga terus kita berikan. Sampai dengan 2015 sudah ada sekitar 450.000 anak yatim Aceh yang menerima beasiswa,” jelasnya.
[Zulfikar Husein]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: