RABU, 7 SEPTEMBER 2016

BENGKAYANG  --- Sejumlah barang yang diduga ilegal kembali masuk ke Indonesia melalui perbatasan di Kalimantan Barat. Pemanfaatan jalur atau lintasan jalan perbatasan dimanfaatkan oknum yang tak bertanggungjawab. Hal itu pula membuat petugas di Jagoi Babang bekerja ekstra siang dan malam.


Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkayang ,Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Irawan menyebutkan, Polsek Ledo Polres Bengkayang mengamankan satu unit truk bermomor polisi BG 8226 LY. Diduga mobil inilah yang membawa atau mengangkut gula pasir putih merk AAA tanpa Logo SNI.

"Jumlah 120 karung. Masing-masing satu karung berisi 50 kilogram.  Tanpa izin edar yang diduga berasal dari Malaysia," kata Bambang Irawan, Rabu (7/9/2016).

Untuk tersangka dan barang bukti saat ini diamanakan di Polsek Ledo. Itu dilakukan guna untuk  penyidikan dan pengembangan lebih lanjut terhadap para pelaku.

"Terkait dengan kasus penyelundupan di wilayah perbatasan Kalbar dengan malaysia kepada warga masyarakat Kalimantan Barat supaya tidak mudah terkecoh dengan harga murah. Tanpa memperhatikan Standar Nasional Indonesia, barang barang dari luar belum dijamin higienis nya, seperti Gula Rafinasi harganya murah tetapi tidak baik untuk kesehatan," katanya.


Kesemuanya, ia melanjutkan akan berimplikasi terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karenanya kepada warga masyarakat supaya dipikirkan kembali membeli produk luar ilegal.

Disebutkan, kasus penyelundupan yang ditangani Polres Bengkayang pada tahun 2016 tercatat 25 kasus dengan jumlah tersangka 24 orang. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: