SABTU, 10 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Memasuki H-2 hari raya Idhul Adha membuat penumpang kapal jurusan kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami peningkatan yang cukup drastis. Pasalnya masyarakat yang merantau ke luar daerah kebanyakan pulang ke kampung halamannya untuk melaksakan lebaran kurban bersama keluarganya.

Suasana penumpang jurusan kepulauan di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep
Peningkatan penumpang kapal menuju kepulauan terlihat sejak tiga hari lalu, dimana kapal cepat ekspres bahari yang biasanya hanya mengangkut 100 penumpang setiap kali berlayar, namun kini kapal tersebut mengangkut sampai 200 penumpang. Sehingga keberadaan penumpang jauh lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, hal itu memang biasa terjadi ketika mendekati hari raya Idhul Adha.

“Kalau saat ini peningkatan penumpang cukup signifikan, karena biasanya kita penumpang kalau normal itu seratus hingga seratus lima puluh, tetapi mulai hari Kamis kemarin penumpang mencapai tiga ratusan. dan juga sebaliknya dari pulau juga mencapai mengalami peningkatan disbanding dengan hari-hari sebelumnya,” kata Rizki Ade Marta, Kepala Kapal Expres Bahari Cabang Kalianget, Kabupaten Sumenep, Sabtu (10/9/2016).


Disebutkan, bahwa pelayaran kali ini merupakan yang terakhir kalinya dari wilayah daratan menuju kepulauan Kangean, karena pada saat lebaran kapal cepat tersebut tidak beroperasi. Sehingga pelayaran kembali akan dilakukan setelah selesai lebaran Idhul Adha, tetapi untuk dari wilayah kepulauan menuju Pelabuhan Kalinget masih tinggal satu kali berlayar.

“Jadi ini pelayaran terakhir dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean, karena kita lebaran libur, sehingga tidak ada aktifitas berlayar. Makanya hari ini penumpang meningkat drastis dibanding dengan hari sebelumnya,” jelasnya.


Ketika menjelang hari raya, baik Idhul Fitri maupun Idhul Adha, kebanyakan masyarakat memilih transportasi yang lebih cepat, supaya tidak memakan waktu lama diperjalanan laut mereka sudah bisa berkumpul bersama keluarganya. Karena kapal cepat tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam menuju Pulau Kangean, sedangkan kapal biasa membutuhkan waktu sekitar 8 – 9 jam untuk tujuan yang sama, sehingga perjalanan masyarakat untuk segera tiba ke kampung halamannya memerlukan waktu lebih lama. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: