MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Sebuah jalan dengan pepohonan rindang jenis trembesi atau dikenal dengan munggur merupakan jalan alternatif di kota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Menurut sejarah pohon- pohon tersebut merupakan upaya Kodim 0421/LS yang berniat menghijaukan kota Kalianda dengan melakukan penanaman yang kini cukup memberi kesejukan bagi yang melintas. Terlepas dari sejarah penanaman pohon trembesi yang menyerupai kanopi tersebut jalan baru tersebut lebih dikenal dengan nama Jalan Cinta.


Jalan ini dipenuhi pepohonan yang saling berpelukan satu sama lain di sisi kanan dan kiri, jajaran pohon Munggur atau Trembesi. Banyaknya remaja yang berkumpul bersama kawan lainnya bahkan terkadang merupakan pasangan kekasih yang ingin menikmati suasana teduhnya pohon dengam view persawahan, pegunungan dan angin semilir dari arah pantai menjadikan lokasi ini menjadi favorit. Sebagian besar remaja di kota Kalianda bahkan menyukai lokasi ini bukan sebagai tempat bersantai bersama kekasih tapi melepas penat sepulang sekolah sehingga menimbulan keakraban antar kawan.

“Kalau nama aslinya dikenal dengan jalan baru yang menghubungkan komplek perkantoran pemda Lampung Selatan dengan perumahan Ragom Mupakat, Hartono, serta menuju ke jalan raya, tapi kini dikenal jalan cinta,”ungkap Sutini, salah satu warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut saat ditemui Cendana News, Minggu siang (18/9/2016).

Rindangnya jalanan tersebut tak jarang menjadikan jalan tersebut menjadi tempat untuk berfoto dan digunakan sebagai lokasi prewedding atau foto sebelum pernikahan sebelum mengikat janji suci cinta dalam pernikahan. Tak ayal nama jalan cinta semakin dikenal dengan segala keunikan yang bisa diperoleh di sepanjang jalan tersebut.

Nama jalan ini banyak yang menyebutnya Jalan Cinta. Entah sejak kapan sebutan tersebut muncul namun satu faktor menurut Sutini karena anak muda terutama muda mudi usia sekolah sering nongkrong di tempat ini. Selain sejuk, tempat ini relatif luas untuk bisa dijadikan tempat berteduh dari sengatan matahari.

Letak jalan yang berdekatan dengan komplek perkantoran Pemda Lampung Selatan, sekolah tingkat SMA sekaligus jalan pintas yang tidak melewati Jalan Lintas Sumatera menjadi pilihan untuk melintasi jalan ini. Saat ini selain menawarkan kesejukan yang cukup menarik pengunjung kehadiran beberapa warung sederhana penjual makanan dan minuman tradisional khas daerah menjadikan jalan cinta menjadi tempat singgah yang diminati.

Warung warung sederhana tersebut meski terbuat dari gubuk bambu namun menyajikan makanan dan minuman cukup bersih dan menyehatkan diantaranya minuman cendol,es kelapa muda lengkap dengan airnya yang bisa dinikmati dengan menggunakan gelas atau menggunakan kelapa utuh yang dibelah.
                                        .
“Selain bisa minum es kelapa muda kami biasanya menyukai nongkrong di tempat ini karena bisa menikmati makanan tradisional yang harganya cukup terjangkau bagi kantong remaja,”terang Aji salah satu remaja Kalianda.

Makanan tradisional yang dimaksud Aji diantaranya otak otak ikan, bakso rebus dan bakso goreng rasa ikan, mie ayam, mpek mpek lengkap dengan cuka asli khas Palembang serta berbagai jenis makanan tradisional lain yang bisa dinikmati di bawah rerimbunan pohon trembesi sembari memandang ke areal persawahan. Harga makanan dan minuman tersebut pun terbilang tidak mahal dengan kisaran Rp.5ribu-Rp.10ribu untuk satu porsi makanan tradisional dan minuman yang disajikan.

Bagi yang ingin menyantap menu berat untuk makan siang beberapa warung makan dengan sajian kuliner laut diantaranya pindang ikan patin, ikan bakar, ikan goreng juga tersedia tak jauh di ujung jalan cinta. Kuliner khas Kalianda tersebut bisa dinikmati sambil bercengkerama bersama kawan dan kerabat untuk mempererat rasa cinta.

Keberadaan warung warung tradisional tersebut kini menjadi pendukung kawasan jalan cinta yang semula hanya digunakan sebagai tempat perhentian. Keberadaan tempat berjualan dengan menyediakan makanan dan minuman tradisional membuat para remaja betah berlama lama di lokasi tersebut. Meski banyak didominasi remaja dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat beberapa pengunjung yang berhenti menikmati pemandangan jalan cinta diantaranya keluarga dengan anak dan orangtuanya.


Keakraban yang terjalin antar remaja, keluarga di lokasi jalan tersebut dan semakin mempererat silaturahmi membuat penyematan jalan cinta layak diberikan di kawasan yang sejuk tersebut. Tapi apapun nama jalan itu pasti ratusan bahkan ribuan cerita, kenangan dari generasi ke generasi anak anak muda pasti tersimpan. Lebih dari itu keindahan dan rimbunnya pepohonan munggur atau trembesi bisa menjadi contoh bagi jalan jalan di Kota Kalianda untuk banyak ditanami pohon trembesi.

Tak heran banyak pohon trembesi sudah banyak ditanam di beberapa titik jalan di kota Kalianda yang memberi kesan artistik dan memberikan sensasi kesejukan. Selain itu sebagai tempat berteduh dan manfaat lainnya. Meski masih banyak orang yang tak tahu fungsi pohon dengan menjadikannya tempat menempel baner atau iklan di setiap pohon yang langsung dibersihkan oleh satpol PP.

Masyarakat sekitar kota Kalianda bahkan mengaku senang dengan masih dipertahankannya pepohonan rimbun yang membentuk kanopi tersebut sehingga saat kondisi cuaca terikpun masih terasa sejuk. Beberapa pohon yang pernah roboh dan patah pada bagian ranting kini mulai bertunas kembali menyemikan keindahan yang meneduhi para remaja yang sedang bersantai bersama kawan kawannya di sepanjang jalan tersebut. Kondisi jalan cinta akan semakin ramai saat akhir pekan dan libur panjang dikarenakan lokasi yang dekat dengan sejumlah tempat wisata pantai diantaranya pantai Ketang,Pantai Laguna Helau.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: