JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

ACEH --- Setiap tanggal 2 September, Provinsi Aceh memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda). Peringatan ini diharapkan menjadi salah satu momentum dari kebangkitan atau kemajuan pendidikan di Tanah Rencong.


Namun sayangnya, pada peringatan Hardikda hari ini, Jumat (2/9/2016), sejumlah kalangan justru menilai sebaliknya. Kualitas pendidikan di provinsi paling ujung barat Indonesia itu dianggap masih tertinggal jauh dari provinsi-provinsi lain.

“Dari segi kualitas kita masih tertinggal jauh dari sejumlah provinsi lain. Hingga saat ini, belum ada terobosan-terobosan baru yang lahir dari generasi-generasi di Aceh,” ujar Jalaluddin, Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh Utara, kepada Cendana News.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada prestasi mapun inovasi-inovasi yang dicipatakan oleh para siswa yang ada di Aceh. Menurutnya, selama ini hanya sedikit sekolah unggul negeri dan swasta yang meraih sejumlah prestasi.

“Paling ya satu atau dua sekolah unggul yang negeri, lainnya kebanyakan sekolah-sekolah swasta yang kebanyakan meraih prestasi disejumlah lomba, sementara prestasi atau kemajuan secara umum, kita menilai belum ada,” katanya.

Jalaluddin juga menganggap pemerintah gagal mengelola dana pendidikan yang mencapai triliunan. “Permasalahannya dengan dana yang begitu banyak, pemerintah tidak tahu mau buat apa sehingga kualitas pendidikan kita berjalan ditempat jadinya,” tambah Jalal.

Selain itu, ia juga menyoroti peringatan Hardikda yang selalu hanya menjadi kegiatan peringatan biasa. Padahal, menurutnya pada peringatan hardikda tersebut, pemerintah melakukan evaluasi dan mencari solusi dari ketertinggalan.

“Kita harapkan, Hardikda ini bukan cuma seremoni belaka, kita harap pemerintah bisa evaluasi lalu bisa mengelola dengan baik dan menghasilkan terobosan-terobosan untuk kemajuan pendidikan, jadi tidak menghabiskan uang banyak-banyak tapi tidak ada hasilnya,” pungkas Jalaluddin. 
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: