JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Harga komoditi cabai di sejumlah pasar di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir melambung tinggi. Bahan makanan pokok ke sepuluh tersebut disebut naik karena kelangkaan akibat pasokan yang minim.


Berdasarkan pantauan Cendana News, Jumat (9/9/2016), harga cabai merah di pasar tradisional Lhokseumawe mencapai Rp.60.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga sayuran buah tersebut berkisar antara Rp.35.000 hingga Rp.38.000 perkilogramnya.

Sementara cabai hijau naik menjadi Rp.30.000 per kilogramnya, dari semula dijual dengan harga Rp.15.000 untuk satu kilogramnya. Sedangkan cabai rawit yang harga semula Rp.30.000, naik sekitar Rp.10.000 menjadi Rp.40.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang mengatakan, pasokan barang yang selama ini terbatas akibat kembali terjadinya erupsi gunung Sinabung. Selama ini, sejumlah banyak pedagang mengambil barang yang dipasok dari daerah Sumatera tersebut.

Sementara cabai merah lokal yang dipasok dari sejumlah daerah juga mengalami kenaikan harga akibat minimnya hasil produksi petani. Hasil panen petani kata para pedagang minim akibat pengaruh cuaca yang tak menentu.

“Ia ini naik karena pasokannya kurang, katanya sih karena gunung Sinabung, katanya erupsi lagi. Kalau yang lokal sini juga kurang karena hasil panen kurang akibat cuaca gak jelas kadang hujan kadang panas dalam waktu yang cukup lama,” ujar Ramli, salah seorang pedagang.

Tidak hanya cabai, sejumlah komoditi lain seperti tomat dan bawang merah juga perlahan merangkak naik. Saat ini, harga tomat dari semula Rp. 6.000 perkilogram, menjadi Rp. 7. 000 satu kilogramnya. Sementara bawang merah berkisar Rp.45.000 untuk satu kilogramnya.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: