KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Jagung merupakan komoditas kedua yang sering ditanam oleh petani Ponorogo, namun sayangnya harga jual jagung saat ini hanya mencapai Rp 3500 per kilogram. Harga tersebut menurut sebagian petani masih terlalu murah.


Petani jagung, Sri Widodo (55 tahun) menjelaskan dengan harga jual tersebut belum bisa balik modal. Petani yang memiliki lahan di Desa Kunti Kecamatan Bungkal ini sudah berusaha menaikkan harga jual jagungnya.

"Kalau dijual glondongan (tanpa selep) lebih murah jadi saya milih pakai selep dulu biar naik harganya," jelasnya saat ditemui Cendana News di lokasi, Kamis (15/9/2016).

Menurutnya, harga jual jagung tahun ini tak sebagus tahun kemarin. Tahun 2015 bisa mencapai Rp 5000 per kilogram, di tahun 2016 ini hanya mampu menembus Rp 3500 per kilogram.

"Kalau harga Rp 5000 bisa dapat untung, kalau harga Rp 3500 balik modal saja," cakapnya.

Hal senada juga diungkapkan Partimah (60 tahun) juga mengeluhkan harga jagung yang terlalu murah. Bahkan dirinya menduga permainan harga ini disebabkan oleh tengkulak.

"Petani yang susah-susah nanam, tapi harganya masih seperti ini. Ini pasti permainan tengkulak," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: