MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

LOMBOK --- Harga terlampau murah, sebagian besar petani tembakau Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih tidak menjual tembakaunya dan membiarkannya mengering di pohon.


"Harga Tembakau murah, hanya ditawar 50 ribu perkwintal, ada yang nawar seratus, tapi diutang, kalau harga segitu, petani mau dapat apa" kata Maya, petani Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (11/9/2016).

Menurutnya daripada membuang tenaga dan menambah biaya, lebih baik tembakau yang ada dibiarkan mati mengering di pohon, lebih baik rugi sekalian dan tidak perlu repot.

Hal sama diungkapkan Nuraini, petani tembakau lain mengatakan, tidak ada gunanya memanen tembakau, kalau harga perkwintal hanya 50 ribu, mengingat ongkos buruh saja sampai dzuhur 20 sampai 25 ribu perkwintal.

"Jadi daripada sakit hati, sekali-kali kita rugi sudah dan membiarkan daun tembakau mati mengering di pohon" terangnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: