SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Hari Raya Idhul Adha 2016 (1437 H) diawali dengan Sholat Ied berjamaah di Masjid Miftahul Huda Desa Pasuruan oleh ratusan umat Muslim di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. 


Seusai melakukan sholat Ied dan menggemakan takbir, silaturahmi dilakukan dengan berjabat tangan seusai sholat dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban di sekitar masjid. Menurut salah satu tokoh masyarakat di Desa Pasuruan, Mahmud (50) pada Hari Raya Idhul Adha tahun ini sebanyak 1 ekor sapi, 1 ekor kerbau dan 1 ekor kambing dikurbankan.

Ia mengungkapkan hari raya Idhul Adha atau dikenal sebagai lebaran haji tersebut merupakan sebuah refleksi untuk semakin mempererat persaudaraan dan gotong royong. Sebab kurban menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersedia memberikan waktu dan tenaga saat hari raya Idhul Adha tersebut. Selain itu Idhul Adha merupakan momentum untuk mempertebal iman dan ketaatan beribadah dan sekaligus memperkuat semangat silaturahmi dan semangat berbagi.


"Setelah melaksanakan sholat Ied seluruh panitia kurban akan melakukan proses penyembelihan hewan kurban dan selanjutnya bersama sama melakukan pembagian kepada warga yang menerima hewan kurban tersebut," ungkap Mahmud saat melakukan proses pembagian hewan kurban di masjid Miftahul Huda, Pasuruan, Senin (12/9/2016).

Bentuk kegotong-royongan tersebut terlihat menurut Mahmud dari proses penyembelihan, mengiris daging, pembersihan hewan kurban bahkan saat seluruh panitia harus rela membersihkan hewan kurban hingga siap dibagikan kepada maysarakat. Pembagian tugas yang dilakukan tak hanya kaum laki laki, para wanita pun dilibatkan dengan menyediakan makanan dan minuman selama proses pembersihan hewan kurban dilakukan. 

Sebanyak 27 panitia kurban yang bertugas melakukan proses pembagian hewan kurban bahkan telah mulai bekerja sejak selesai sholat Ied hingga siang ini. Berdasarkan data panitia kurban, sebanyak 200 orang warga yang berhak menerima hewan kurban akan dibagi menggunakan kantong kantong plastik yang sudah disediakan. Mahmud mengaku meski pada tahun ini hewan kurban yang dikurbankan lebih sedikit dari tahun sebelumnya namun ia mengaku makna perayaan kurban dihayati dari bentuk kerjasama dan gotong-royong warga di desa tersebut.


Mahmud yang bertugas sebagai penghulu tersebut juga mengaku upaya bahu membahu membahu merupakan upaya mengikat kebersamaan. Nilai tersebut terlihat ketika masyarakat  bahu membahu menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kemudian dilanjutkan dengan acara memasak dan santap siang bersama.

"Kebersamaan seperti ini akan terlihat jelas di masyarakat desa yang masih kental dengan kehidupan gotong-royong," ungkap Mahmud.

Mahmud mengaku sebelum pelaksanaan kurban, warga yang ingin berkurban sudah mendaftarkan diri ke panitia masjid sebelum Idhul Adha. Sebagian hewan kurban juga berasal dari pemerintah yang menyalurkan hewan kurban. Pembentukan pantitia hewan kurban sekaligus menjadi kesempatan untuk saling berbagi dan bergotong-royong. 
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: