KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Hujan deras sepanjang malam pada Rabu (28/9) ditambah hujan lanjutan pada siang Kamis (29/9) mengakibatkan sebagian sungai di wilayah Lampung tidak mampu menampung debit air. Besarnya arus dari berbagai sungai kecil menyebabkan air meluap di wilayah Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan dan membuat tanggul sungai jebol. 


Akibat jebolnya tanggul selebar lima meter dan limpasan luapan air sungai hektaran lahan sawah yang ditamani padi terendam banjir dan belum ada tanda tanda air akan surut hingga sore ini bahkan dikhawatirkan air akan terus bertambah seiring dengan hujan yang kembali turun. Salah satu wilayah yang terdampak banjir dengan lahan pertanian yang terendam luapan air sungai terjadi di Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro.

Salah seorang warga Desa Rawa Selapan, Juhari (40) mengungkapkan, jebolnya tanggul di sepanjang aliran sungai terjadi akibat tidak bisa menahan derasnya air dari beberapa sungai yang ada di wilayah tersebut. Besarnya debit air akibat curah hujan tinggi sepanjang beberapa hari terakhir menyebabkan air sungai meluap ke areal persawahan dan merendam padi sawah yang hampir menguning dan sebagian lahan tamanan palawija milik petani setempat.

“Hujan sebetulnya sudah turun sejak beberapa pekan lalu tapi paling deras intensitasnya tadi malam bahkan tidak berhenti dari sore hingga subuh akibatnya tanggul jebol dan saya cek pagi hari tanaman padi sudah terendam banjir,”ungkap Juhari saat ditemui Cendana News di Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro, Kamis (29/8/2016)


Ia bersama petani lain berusaha melakukan perbaikan tanggul menggunakan peralatan seadanya sambil berharap pemerintah setempat bisa melakukan penanganan terkait bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Juhari bahkan mengaku tanggul sungai berpotensi longsor tergerus luapan air sungai jika tidak dilakukan perbaikan tanggul menggunakan alat berat.

Beruntung beberapa lahan sawah yang lokasinya jauh dari lokasi tanggul tidak terendam banjir dan sebagian tanaman palawija berupa kacang tanah dan kedelai masih terendam banjir di lokasi yang berdekatan dengan tanggul yang jebol hampir selebar lima meter. Warga kuatir banjir susulan dengan intensitas besar masih bisa terjadi dan berakibat tanaman padi siap tunggu masa panen akan terendam air.

Berdasarkan data wilayah Candipuro sebelumnya merupakan wilayah yang kerapkali mengalami banjir saat musim penghujan selain Desa Rawa Selapan desa desa yang rawan mengalami banjir terutama pada lahan persawahan diantaranya Desa Way Gelam,Sinar Palembang dan Karya Mulyasari.

Warga berharap dampak banjir dari luapan sungai tersebut segera surut agar tidak merusak tanaman pertanian yang menjadi penopang hidup warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tersebut.

Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup mengkuatirkan warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Sragi, Kecamatan Sidomulyo,Kecamatan Candipuro, Kecamatan Palas akibat lokasi yang dilalui Sungai Ketibung,Sungai Way Pisang dan Sungai Way Sekampung.


Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah meminta warga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satu wilayah yang menjadi langganan banjir diantaranya Desa Kuala Jaya Bandar Agung Kecamatan Sragi di tepian Sungai Way Sekampung.

Warga di wilayah tersebut bahkan kerapkali menerima banjir kiriman bersamaan dengan banjir rob air laut terutama Sungai Way Sekampung mengalir dari beberapa Kabupaten diantaranya aliran dari Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Timur.
[Henk Widi]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: