JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

PONOROGO - Di Jalan Raya Ponorogo - Trenggalek kali ini tampak berbeda. Deretan belasan ayunan tali tergantung di pohon-pohon. Setelah didekati ada seorang pria penjual ayunan tali asal Subang bernama Omad (30 tahun).


Dirinya menjual berbagai jenis ayunan tali mulai dari tali sepatu, tali kecil, tali sedang dan tali besar dengan berbagai warna seperti merah, biru, kuning, coklat, hijau, ungu dan seterusnya. Untuk harga ayunan tali sepatu dibanderol Rp 25 ribu. Sedangkan ayunan tali kecil dibanderol dengan harga Rp 30 ribu.

"Kalau yang tali sedang Rp 35 ribu dan tali besar Rp 40 ribu," jelasnya saat ditemui Cendana News di lokasi, Jumat (2/9/2016).

Bapak dua orang anak ini tak hanya berjualan di Ponorogo namun berjualannya pindah-pindah bahkan ke Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

"Saya pernah ke Ponorogo, Blitar, Manado, Sulawesi, Medan dan masih banyak lagi," cakapnya.

Dirinya menambahkan, berada di satu kota dengan kota lain dalam jangka waktu satu bulan. "Kalau dirasa mulai sepi, saya langsung pindah tempat," tandasnya.

Tak hanya satu orang namun ada 10 orang yang bernasib sama dengan dirinya berangkat dari Subang membawa ratusan ayunan tali. "Keuntungan bersihnya bisa capai Rp 1,5 juta per bulan dengan penjualan 10-15 buah ayunan per hari," imbuhnya.

Bapak dua orang anak ini meski mengaku rindu dengan istri dan anaknya di Subang, dirinya tak bisa berbuat banyak. "Kalau sudah di luar kota cuma bisa telepon," pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: