MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

TULUNGAGUNG --- Memasuki masa panen, petani berharap hasilnya bisa melimpah. Namun serangan burung pemakan bulir padi membuat petani juga merasa khawatir. Guna menghindari hal tersebut para petani menggunakan jaring-jaring halus guna menghalau burung agar tak bisa mengambil padi. Jaring yang digunakan pun bukan jaring biasa.


Jaring ini memiliki lubang yang halus serta ukuran panjang dan lebar jaring menyesuaikan ukuran lahan. Pemasangannya pun menggunakan batang bambu untuk menopang agar jaring tak jatuh.

Ponijan (58 tahun) warga Tulungagung mengakui dengan penggunaan jaring ini bisa mendapatkan 95 persen hasil panen.

"Kalau tidak ditutup jaring nantinya pasti rusak lahan padi saya, pernah hanya tinggal 40 persen saja hasil panennya," ujarnya saat ditemui Cendana News di lokasi, Minggu (18/9/2016).

Pasalnya, Tulungagung yang terkenal dengan sentra padi di Jawa Timur ini para petani tidak tanggung-tanggung dalam menanam padi. Semua lahan milik warga ditanami padi.

"Disini yang paling parah hama burung kalau tikus masih bisa diatasi," jelasnya.

Menurutnya, kalau sudah memasuki masa panen warga segera tidak berinisiatif memasang jaring maka bisa dipastikan gagal panen. 

"Mending menggunakan jaring daripada gagal panen," pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: