MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016

LOMBOK --- Cuaca tidak menguntungkan, petani semangka di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) menjual murah buah semangkanya dengan cara eceran di sepanjang jalan raya, karena tidak ada pengepul yang datang membeli secara borongan.


Selain menjual buah semangka dengan harga murah, panen semangka juga dilakukan lebih awal dari seharusnya, karena hujan lebat turun secara terus menerus semenjak beberapa hari yang mengakibatkan harga buah semangka anjlok.

"Tidak ada pengepul yang datang membeli borongan, terpaksa kita jual sendiri di pinggiran jalan secara eceran dengan harga murah" kata Sidik, Petani Semangka Dusun Pantek, Desa Banyu Urip, Lombok Tengah kepada Cendana News, Minggu (25/9/2016).

Menurut sidik, penjualan dengan cara mengecer dan harga murah terpaksa dilakukan daripada rusak, kalaupun ada pengepul yang mau membeli, harga ditawarkan sangat jauh dari harapan.

Gesah, petani semangka lain mengatakan, hujan yang berlangsung secara terus menerus juga akan bisa merusak buah semangka, dimana buah semangka menjadi pecah dan membusuk karena terlalu dingin.

"Untuk satu kuintal buah semangka, kita jual 125 ribu kepada warga yang datang membeli" katanya.

Ditambahkan, kalau dihitung dengan harga tersebut memang sangat murah, tapi daripada tidak terjual, kita tambah merugi mengingat biaya dikeluarkan dari sejak masal tanam sampai masa panen tidak sedikit.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: